Dewan Banyak Tidak Ngerti Persoalan

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

//Deddy: Kritikan Ini Cambuk Bagi Dewan

PANGKALPINANG – Kinerja 45 anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kian menjadi sorotan publik. Fasilitas gaji yang cukup nikmat, tak sebanding dengan apa yang telah ditunjukkan kepada rakyat, sebagai tokoh utama dibalik berhasilnya mereka duduk di gedung DPRD.
Kinerja yang dihadiahkan kepada masyarakat pun hanya sebatas Kunker (Kunjungan Kerja) ke luar daerah. Parahnya, kunker tersebut justru banyak dilakukan di luar daerah, sedangkan kondisi didalam daerah kian terpuruk. Seperti persoalan timah, lada, karet sawit dan persoalan-persoalan lainnya.
Salah satu notulen komisi di DPRD Babel yang enggan disebut namanya, Kamis (30/4) lalu mengatakan, bahwa kinerja anggota DPRD Provinsi Babel periode 2014-2019, adalah kinerja terburuk yang pernah ada. Selain tanggungjawab yang lemah, intelegensinya pun diragukan.     “Banyak surat-surat masuk yang tidak dibahas dan tidak pernah ditanggapi oleh komisi. (Dewan,red) yang sekarang ini, banyak yang tidak ngerti persoalan dan banyak yang bisu atas penderitaan rakyat,” ujar notulen itu.
Ditambahkannya, surat-surat yang masuk untuk di dalam daerah, diyakininya tidak pernah menjadi perhatian khusus, bahkan dibiarkan begitu saja. “Kita lihat kondisi ekonomi kita saat ini, sungguh terpuruk. Kenapa tidak menyelesaikan persoalan didalam daerah, yang ada justru kunjungan ke luar daerah yang belum jelas apa manfaatnya untuk masyarakat,” cetusnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Babel Deddy Yulianto, pun menyesalkan adanya laporan-laporan negatif yang ditujukan kepada DPRD Babel. Kendati demikian, masukan tersebut dinilainya sangat bermanfaat dan menjadi cambuk bagi wakil rakyat yang dinilainya tidak bertanggungjawab.
“Kalau memang seperti itu kinerja DPRD dengan tidak mengindahkan surat-surat masuk dan tidak dilanjuti, ini sungguh preseden buruk kedepan. Kami berharap, kunker ke luar daerah dapat disikapi dengan bijak. Meskipun keluhan ini dari internal yang ada di DPRD ini, saya secara pribadi menyampaikan bahwa ini masukan yang berharga,” ujar Deddy.
Disinggung soal kunker yang masih saja dilakukan secara ‘berjemaah’, Deddy mengakui bahwa Banmus seharusnya menjadi benteng mengantisipasi kunker yang dilakukan. “Tapi kembali komitmen kepada anggota dewan, kami minta tanggungjawab moral kepada bangsa dan masyarakat. Kami sebagai pimpinan, hanya mengakomodir. Saya minta kesadaran yang tinggi, ini masukan yang luar biasa. Dalam waktu dekat, pimpinan akan melakukan rapat fraksi-fraksi, untuk membenahi kinerja dan kritik dari masyarakat,” janjinya.
Berdasarkan data yang dihimpun, para wakil rakyat di DPRD Provinsi Babel, rata-rata mendapatkan fasilitas dan tunjangan hingga puluhan juta. Jumlah yang didapat anggota dan pimpinan baik itu pimpinan dewan, pimpinan komisi hingga pimpinan alat kelengkapan dewan lainnya seperti BK (Badan Kehormatan), Banleg (Badan Legislasi), Banggar (Badan Anggaran) dan Banmus (Badan Musyawarah), juga tidak berbeda jauh.
Adapun rincian pendapatan pimpinan dan anggota dewan yakni, untuk uang representasi pimpinan dewan mendapatkan Rp2.400.000 sedangkan anggota Rp2.250.000. Tunjangan keluarga variatif, didapat berdasarkan jumlah keluarga yakni berkisar Rp90.000-Rp336.000, begitu juga dengan uang beras berkisar Rp56.500-Rp226.240.
Untuk uang paket, pimpinan mendapatkan Rp240.000 dan anggota mendapat Rp225.000, sedangkan tunjangan komisi bagi anggota dewan berkisar Rp130.500-326.250. Untuk tunjangan jabatan, pimpinan dewan biasanya mendapat Rp3.480.000 sedangkan anggota Rp3.262.500. Jika masuk dalam keanggota BK, Banmus maupun Banggar pimpinan dewan biasanya mendapatkan Rp217.500 dan anggota mendapat Rp130.500 sedangkan tunjangan khusus pimpinan sebesar Rp205.008 dan anggota berkisar Rp177.983-Rp201.954.
Untuk tunjangan komunikasi intensif, pimpinan dan anggota dewan masing-masing mendapatkan Rp7.650.000 dan untuk tunjangan perumahan, pimpinan mendapatkan Rp6.800.000 dan anggota dewan mendapat Rp6.375.000.(iam)

Baca Juga:  Besok Pagi, Ribuan Personil Tim Jalak Sakti 'Gempur' Pulau Belitung

Rate this article!
Tags:
author

Author: