Dewan Minta Pemkab Tegas Soal Distribusi Arak

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

TANJUNGPANDAN- Ketua Komisi I DPRD Belitung, Syamsudin mengatakan, maraknya kenakalan remaja di Belitung belakang ini adalah efek negatif minuman beralkohol jenis arak yang tengah beredar di sembarangan tempat.
Oleh karena itu, kata Syamsudin, perlu ada sebuah peraturan khusus dalam hal pendistribusian minuman jenis arak tersebut. Pasalnya, Pemkab Belitung selama ini hanya mempersoalkan masalah perizinan saja, tapi tidak dengan aturan pengendaliannya.
“Ini salah satu yang menjadi masalah investarisir bagi Komisi I DPRD Belitung terkait peredaran minuman beralkohol jenis arak itu,” kata Syamsudin kepada Belitong Ekspres Kamis (16/4) lalu di ruang kerjanya.

Syamsudin menjelaskan, jika memang minuman beralkohol jenis arak itu bisa dijadikan sebagai obat bagi kesehatan tubuh manusia. Seharusnya, ia dapat dikemas dengan baik dan rapi, tapi ini malah diperjualan bebas di sembarang tempat.
“Jika perlu, disimpan dan dijual di Apotik-apotik yang ada di Belitung ini. Itu tak jadi persoalan,” katanya.

Baca Juga:  DPU-PR Berikan Bimtek Tenaga Terampil Kontruksi

Selain itu, Ia pun meminta ketegasan dari pihak pemerintah daerah Belitung dalam hal pengaturan pendistribusian minuman-minuman beralkohol lainnya yang berbahaya bagi kesehatan.

“Peredarannya itu (Miras-red) memang belum diatur oleh pemerintah daerah. Jadi, kami DPRD Belitung minta perlu dibuatkan aturan yang tegas,” pintanya.

Anggota DPRD Belitung lainnya asal Desa Terong, Junaidi Derani juga ikut berkomentar terkait marahk Miras Arak di Belitung. Menurutnya, Pabrik pembuatan arak tentunya harus ada izin dari Dinas Kesehatan (Diskes) Belitung. Sebab, minuman jenis arak itu sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Baca Juga:  Mediasi Sekitar Tiga Jam, Akhirnya Wagub dan Masyarakat Penambang Berdamai

“Jadi, selain pendistribusiannya, juga soal perizinannya harus ditinjau kembali oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD Belitung secara tegas meminta pihak aparat terkait segera menindaklanjuti peredaran Miras tersebut.

“Jika arak itu obat, harus di distribusikan di apotik dan tempat-tempat tertentu. Namun, justru kita melihat arak itu lebih banyak mudhoratnya daripada manfaatnya,” tandas Wakil Ketua Komisi I DPRD Belitung itu. (mg2)

Tags:
author

Author: