Dewan Soroti Rendahnya Serapan

by -

TOBOALI-Anggota Komisi 1 DPRD Bangka Selatan (Basel), Samsir meminta Penjabat Bupati Huzarni Rani segera mengambil tindakan untuk mengatasinya rendahnya serapan anggaran APBD 2015. Diketahui sampai semester 1 untuk belanja baru terserap 38 %, belanja modal baru terserap 18 % dan DAK terserap 34 %.
“Yang pasti di Dinas Kelautan dan Perikanan sudah pasti tidak bisa terlaksana DAK sebesar Rp 2,8 miliar dan sudah 3 tahun ini realisasi DAK di DKP selalu rendah. Dan berhubungan dengan rendahnya serapan DAK tersebut Badan Anggaran DPRD Bangka Selatan akan berkonsultasi ke Kementrian Keuangan mempertanyakan implementasi PMK 241 tahun 2014 tersebut karena ini juga berhubungan dengan terlambatnya Juklak dan juknis,”kata Samsir kepada Radar Bangka,Sabtu (8/9).
Tentang pedoman pelaksanaan DAK tersebut, lanjut politisi partai PKS ini, disampaikan ke daerah sehingga berimbas pada lambatnya proses pelaksanaan kegiatan yang dibiayai oleh dana DAK tersebut serta mempertanyakan mekanisme perhitungan pengurangan DAK, DBHP/DBHBP sebagai imbas dari tidak terserapnya dana DAK tersebut. Hal ini sangat berguna untuk mengestimasi alokasi dana DAK PADA APBD tahun 2016 yang sudah memasuki pembahasan KUA PPAS nya bulan ini.
Samsir juga berharap dengan kepala daerah baru ini bisa concern pada memperbaiki serapan apbd tahun 2015 serta pada tindaklanjut rekomendasi BPK RI atas LHP BPK terhadap APBD tahun 2014 agar pada tahun 2015 kembali pada opini WDP. Untuk itu, DPRD menyarankan agar melakukan reposisi PNS secara proporsional sesuai dengan basic ilmu dengan bidang pekerjaaanya.”Karena selama ini dengan tingginya frekuwensi mutasi dan perpindahan PNS dalam satu tahun dan tidak dilatar belakangi dengan basic ilmu yang sesuai menjadi salah satu penyebab rendahnya kinerja pemerintahan daerah,”pungkasnya. (bim)