Di Beltim, Baru 100 Guru Dapat Vaksinasi Covid-19

by -
Di Beltim, Baru 100 Guru Dapat Vaksinasi Covid-19
Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Amrizal.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Sebanyak 100 guru di Kabupaten Beltim sudah mendapat vaksin Covid-19. Meskipun jumlah guru yang divaksin masih sedikit, Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Amrizal merasa perhatian pemerintah daerah kepada para guru sudah sangat baik.

“Di Beltim sebenarnya kami bersyukur karena sudah ada sebagian kecil guru kami sudah vaksin. Itu bersamaan dengan kunjungan Gubernur beberapa waktu lalu, ada 100 guru yang sudah divaksin,” ujar Amrizal, Rabu (24/3) kemarin.

Menurutnya penolakan terhadap vaksinasi pun sangat kecil dibandingkan daerah lainnya. “Para guru disini malah menunggu (untuk divaksin), nah sekarang tarafnya sedang menunggu, tinggal menunggu vaksin selanjutnya,” ujarnya.

Amrizal mengatakan vaksinasi dapat dilakukan guru-guru dan pengawas sekolah di pusat kesehatan terdekat dari tempat tinggal atau Kecamatan. Selain itu, dia berharap vaksin untuk guru disediakan lebih banyak mengingat jumlah guru dan PTT-nya di Belitung Timur cukup banyak yakni mencapai 2.000-an orang.

Ia memastikan, apabila vaksinasi sudah terlaksana maka pembelajaran tatap muka yang dijadwalkan pada bulan Juli bisa dilakukan. Tentunya dengan melihat kondisi pandemi di masing-masing wilayah.

“Belajar Dari Rumah (BDR) sering kami lakukan meskipun tidak semua sekolah, namun saya tidak mau berdebat soal itu karena sesuai dengan tupoksi masing-masing. Kalau kami tetap mengedepankan keselamatan, dan prinsip kami keselamatan anak-anak adalah yang utama,” ujarnya.

Dia menegaskan bila belajar tatap muka memang tidak aman, maka sekolah dipastikan melakukan BDR. Amrizal mengakui dari 48 negara memang Indonesia tertinggal untuk belajar tatap mukanya dimana negara-negara lain sudah mulai menerapkan kembali belajar tatap muka.

“Perbandingannya mungkin mereka sudah 45 persen belajar tatap mukanya sedangkan kita masih dibawah 15 persen,” ucapnya.

Untuk itu, solusi yang saat ini adalah dengan cara para guru di vaksin. Setelahnya barulah diadakan belajar tatap muka kembali dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Saya berharap semua pihak juga mendukung baik itu program pemerintah di bidang pendidikan. Kami tentu tidak akan mengabaikan aspek keselamatan anak-anak didik kami atau pun mencederai anak-anak kami,” bebernya. (msi)