Di Beltim Mulai Hari Ini Sholat Jum’at Tak Lagi Berjamaah, Gantinya Zuhur

by -
Di Beltim Mulai Hari Ini Sholat Jum'at Tak Lagi Berjamaah, Gantinya Zuhur
Foto bersama usai menandatangani kesepakatan terkait tidak dilaksanakannya ibadah di masjid, musholla dan surau untuk sementara waktu.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pemerintah Daerah, DPRD Belitung Timur (Beltim), Kemenag Kabupaten Beltim serta organisasi kemasyarakatan Islam menandatangani kesepakatan bersama terkait tidak dilaksanakannya ibadah di masjid, musholla dan surau untuk sementara waktu.

Hal ini merupakan tindaklanjut kesepakatan serupa di tingkat Provinsi Babel sebelumnya. Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin (Aan), didampingi Asisten I Setda Beltim Sayono.

Hadir mengikuti rapat, Ketua DPRD Beltim, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Beltim, Ketua MUI, Ketua Baznas, Ketua LPTQ, Ketua FKUB, PD Muhammadiyah, PCNU dan LDII.

Adapun kesepakatan yang juga ditandatangani Bupati Beltim tersebut, memuat beberapa hal penting sehubungan dengan sikap atas berubahnya kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Beltim dari zona hijau menjadi zona kuning.

Pertama, pelaksanaan sholat Jum’at di wilayah Kabupaten Belitung Timur merujuk kepada fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 maka sholat Jum’at untuk sementara waktu tidak dilaksanakan secara berjamaah di masjid.

Sebagai gantinya, umat melaksanakan sholat Zhuhur di rumah masing-masing sampai dengan kondisi normal yang diumumkan Pemerintah Daerah.

Kedua, untuk sholat lima waktu tidak dilakukan di masjid, mushalla, surau secara berjamaah tetapi adzan tetap akan dikumandangkan sebagai tanda tibanya waktu sholat.

“Agar umat tidak ragu-ragu untuk mengikuti himbauan dan ketetapan dari Pemerintah, karena segala sesuatunya telah melalui kajian yang melibatkan para ulama dan umara,” ucap Ustadz Mario Trisandi mewakili peserta rapat.

Ustadz Rio, sapaan akrabnya menambahkan kesepakatan yang telah dibuat diharapkan segera dipatuhi terhitung Jum’at (3/4) hari ini.

“Karena kesepakatan baru dimusyawarahkan maka bagi yang sudah menerima, besok diharapkan bisa mematuhi edaran ini,” ujar Ustadz Rio.

Sementara bagi yang belum menerima masih dapat dimaklumi. Namun secara keseluruhan pekan depan di tujuh Kecamatan di Beltim sudah sepakat.

“Untuk petugas azan, kami sudah koordinasi dengan pihak DMI dan Kemenag agar tetap setiap masjid, musholla dan surau harus ada yang adzan. Bagaimana dengan berjamaah, untuk sementara waktu demi kemaslahatan bersama di rumah, lainnya diatur BKM,” tutup Ustadz Rio. (msi)

Editor: Yudiansyah