Di Kepri, 7 Tersangka Terseret

by -

Kabel Bawah Laut di Babel, Milik Siapa? (kick)

foto A ok
TUMPUKAN tembaga kabel di Desa Bakit, Parit Tiga, Jebus, Bangka Barat (Babar), milik Karsono, yang diambil dari bawah laut, bagai menyimpan misteri.  Karena tidak ada klaim siapa pemilik kabel tersebut?
Dan, itu bukan yang pertama.  Buser Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel), 5 Januari 2015 pernah turun mengamankan kabel ini.  Saat itu sedikitnya diperkirakan 15 ton kabel berhasil diamankan di pelabuhan pengiriman pasir Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.  Saat itu, disebut-sebut pemiliknya adalah Karsono. Sama halnya dengan yang ada di Parit Tiga, Jebus ini. Kapolda Babel saat itu, Brigjen Pol Gatot Subiyaktoro memerintahkan penyidik yang menangani kasus pencurian kabel serat optik di Pelabuhan Pasir Dusun Teluk Dalam Desa Juru Sebrang Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung agar segera diselidiki dan dikembangkan lebih lanjut.  Tak sebatas itu saja, Kapolda juga menginstruksikan agar penyidik melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang digunakan oleh para pelaku termasuk dalam penggunaan pasal yang diterapkan. Saat itu, 3 tersangka beserta barang bukti berupa 15 ton kabel bawah laut yang ditaksir harganya mencapai Rp600 juta dan 1 unit kapal yang dititipkan di Polres setempat, sedangkan sebagian kabel optik lainnya dibawa penyidik yang dipergunakan sebagai sampel.  Saat itu, Kasubdit III Dit-Reskrimum Polda Babel, AKBP Noer Wisnanto, dari keterangan pelaku, mengakui beraksi dari laut Pulau Pongok sampai dengan Tanjung Sangkar di wilayah perairan Babel. Dugaan kuat kabel bawah laut tersebut sebagai jaringan internet untuk satelit yang terbentang di sepanjang perairan laut antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung.  Tidak hanya 3 tersangka, Karsono juga sempat dimintai keterangan oleh Polda pada Kamis (12/2/2015).   Menariknya, hal serupa terulang kembali.  Minggu (9/11/2015) Kodim 0414/Belitung berhasil mengamankan 4 truk pembawa kabel fiber optik melalui Perairan Sumedang, Membalong.  Dan, Selasa siang (10/11/2015) kabel tersebut diserahkan ke Polres Belitung.  Saat penyerahan barang bukti ini, tampak hadir beberapa anggota instansi seperti Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpandan, Ahmad Amir Arif, Pasi Intel Kodim 0414/ Belitung, Kapten KAV Jhon Kenedy, dan Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Chandra Matta Romansyah. Siapa pemilik kabel ini?  Saat itu, pengusaha bernama Karsono mengakui kabel FO yang diamankan adalah miliknya. Namun, dia enggan menyebutkan mendapat asal usul barang tersebut.  Akan tetapi, melalui sambungan telepon selulernya, Karsono kepada Belitong Ekspress (Babel Pos Grup) saat itu menegaskan, bahwa dia tidak pernah terlibat kasus kriminal pencurian kabel bawah laut.
Dan di sini persoalannya.  Karena memang kepolisian kesulitan untuk mengungkap kasus kabel bawah laut ini karena tidak ada pihak yang merasa dirugikan.  Bahkan Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengaku, polisi belum menerima laporan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan.  Dan hal inilah yang menjadi kendala polisi menangkap dan mengenakan pasal yang tepat untuk menjerat para pelaku. “Kita sudah koordinasi dengan Telkom, Indosat dan juga beberapa seluler di Indonesia. Dan hasilnya mereka tidak merasa bahwa kabel itu, milik dia (para pemilik jaringan seluler, red), itu kendala kita saat ini,” kata AKBP Candra saat itu ketika ditanya perkembangan kasus tersebut. Sayangnya, pihak Polda Babel, dalam hal ini Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im yang ditanyakan soal perkembangan penanganan kasus ini oleh Polda, menyatakan akan menanyakan dulu ke penyidik.  Dan beberapa waktu kemudian ketika kembali dihubungi tidak mengangkat telepon.
Di Kepri Milik Indosat?
Terlepas berhubungan atau tidak, kasus kabel bawah laut ini ternyata pernah juga mencuat di Bintan Kepulauan Riau (Kepri) di pertengahan tahun 2013.  Dari pemberitaan Riau Pos (Babel Pos Grup), Kapolda Kepri Brigjen Endjang Sudrajat saat itu mengungkapkan, pihaknya telah menangkap 7 pelaku pencurian kabel fiber optik milik Indosat.  Kabel bawah laut yang dicuri itu mencapai panjang 31 kilometer dan merupakan jaringan bawah laut antar benua. ”Kabel itu panjangnya 31 kilometer yang merupakan penghubung antar benua seperti Australia. TKP ada di perairan Pulau Mapur Kabupaten Bintan,” kata Kapolda di sesi tanya jawab silaturahmi dengan wartawan se-Batam di Saung Sunda Sawargi, Batam Centre, Selasa (25/6), lalu.  Endjang menjelaskan, pencurian yang dilakukan para pelaku sebetulnya sudah terjadi sejak tahun 2009.  Danpada Selasa (13/8/2013), Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri melimpahkan berkas 7 pelaku pencurian kabel optik bawah laut milik operator seluler Indosat itu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, di Tanjung Pinang.(red)