Di Masa Pandemi, Distan Tetap Dorong Petani Miliki Asurani Tani

by -
Di Masa Pandemi, Distan Tetap Dorong Petani Miliki Asurani Tani
Kunjungan Wakapolda Babel Brigjen Pol Drs. Umardani, ke Persawahan Danau Nujau Desa Gantung, dalam rangka penilaian Kampung Tegep Mandiri, Rabu (24/6). Foto ist

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Guna melindungi kerugian petani akibat gagal panen atau serangan hama tanaman, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim mendorong kepemilikan asuransi Tani. Apalagi saat ini petani juga harus tetap menanam guna menjaga ketahanan pangan di daerah sebagai antisipasi dampak pandemi Covid-19.

“Asuransi tani sudah dari tahun kemarin dan sudah dilaksanakan. Jadi tetap kita lanjutkan. Terlebih saat ini menghadapi pandemi Covid,” ujar Kepala Bidang Pertanian, Heryanto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/6) kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Danton, asuransi tani yang merupakan program pemerintah memang tidak menambah kebijakan disaat pandemi Covid. Petani mendapatkan perlindungan asuransi berdasarkan luas dan jenis yang ditanam. Bagi petani yang tidak bertanam tentu asuransi tani tidak berlaku.

“Memang asuransi tani berdasarkan yang mereka tanam. Kalau petani tidak menanam, ya tidak bisa ikut itu. Disamping asuransi tanaman memang ada juga program asuransi untuk hewan ternak,” ujar Danton.

Danton mengatakan asuransi tani yang disiapkan bagi petani di Kabupaten Beltim mampu melindungi tanaman petani seluas 500 hektar. Saat ini, anggaran yang tersedia masih berjalan dan terbuka bagi petani untuk diajukan. “Kita targetkan sekitar 500 hektar masih bisa masuk bagi yang mau mendaftarkan lahan,” kata Danton.

Program asuransi tani mendapat subsidi 80 persen dari pemerintah pusat dan 20 persen ditanggung Provinsi. Petani tidak dibebankan biaya apapun kecuali KTP dan foto bukti lahan yang sudah tertanami. “Secara signifikan pandemi Covid tidak menambah jumlah petani yang berasuransi, karena yang menanam ya petani-petani itu juga pada saat musim tanam,” jelas Danton.

Meski demikian, Danton memastikan pusat telah mengarahkan daerah untuk mengoptimalkan tanaman padi guna memastikan ketersediaan pangan di daerah. Sejauh ini, OPD teknis di daerah telah melakukan upaya-upaya mewujudkan dan memenuhi target yang telah ditetapkan.

“Memang dari arahan pusat kita dalam rangka menghadapi pandemi, daerah diwajibkan mengoptimalkan tanaman padi. Kita juga sudah mengarahkan petani sampai kemarin sudah mencapai 236 hektar yang tertanam dan tersebar di seluruh Beltim,” jelasnya.

Luasan tanam diperkirakan masih terus bertambah mengingat musim tanam masih panjang. Petani juga telah dibantu sarana produksi maupun bibit padi varietas unggul. “Pupuk subsidi sudah mulai ditebus petani, dan siap disebar ke petani. Bantuan dinas juga sudah seperti obat-obatan, penyuluh lapangan juga diarahkan untuk konsentrasi dampingi petani di sawah,” tandasnya. (msi)

Editor: Yudiansyah