Diduga Pemilik Tempat Pembuatan Arak, HC Terancam Buron

by -
Diduga Pemilik Tempat Pembuatan Arak, HC Terancam Buron
Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan.

Polisi Akan Keluarkan Surat DPO

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Polres Belitung akan mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka berinisial HC. Sebab, mulai dari penyelidikan dan penetapan tersangka, yang bersangkutan tidak mengindahkan panggilan Polres Belitung.

HC adalah diduga pemilik tempat pembuatan arak di Jalan Kapten Saridin Tanjungpandan, yang digrebek Bupati Belitung H Sahani Saleh beberapa pekan lalu. Hingga saat ini, yang bersangkutan belum diketahui keberadaannya.

Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan mengatakan, saat ini Jajarannya masih melakukan lidik (mencari keberadaan) HC. Berbagai upaya telah dilakukan. Seperti mengirim surat dan menginformasikan ke rekan-rekannya.

“Dalam waktu dekat jika yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan, kita akan terbitkan DPO,” kata AKP Naek Hutahayan, Rabu (26/8) kemarin.

Dijelaskan Hutahayan, HC ditetapkan sebagai tersangka bersama pria berinisial FT (64) dan wanita berinisial RC (66), usai melakukan gelar perkara, Selasa (25/8).

Dalam kasus ini, Polres Belitung menjerat tersangka FT dan RC dengan dan Pasal 135 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan juncto Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sedangkan HC Pasal 135 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan Juncto Pasal 53 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Ancaman hukumannya dua tahun penjara. Atau denda Rp 4 miliar.

“Mereka diduga melakukan pembuatan minuman keras (Miras) tradisional jenis arak, tanpa miliki izin. Sebagaimana yang diatur dalam pasal tersebut,” jelas pria berdarah Batak ini.

Untuk FT dan RC penyidik menambahkan juncto Pasal 55 KUHP, lantaran keduanya turut serta dalam kasus ini. Sedangkan HC, menambahkan Juncto 53 KUHP lantaran masih percobaan belum menuai hasil.

“Selain itu dasar-dasar penetapan tersangka juga berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi yang ada di lokasi. Dan juga saksi pada saat pengerebekan,”sambungnya.

Hutahayan mengungkapkan, meski FT dan RC sudah ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan. Sebab, ancaman hukumannya dibawah lima tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya bukan pertama kali melakukan perbuatan tersebut. Pada tahun 2013 silam, mereka pernah berurusan dengan Pengadilan Negeri Tanjungpandan lantaran kasus yang sama.

“Benar, mereka pernah terlihat kasus yang sama. Tapi lokasinya berbeda. Kasus ini mereka membuat arak di Bicong, dulu di Kawasan Gang Perai. Untuk saat ini TF dan RC tidak ditahan melainkan wajib lapor,”katanya.

“Saat ini keduanya masih proses penyidikan. Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lagi, pada saat usai penyidikan,”pungkasnya. (kin)