Dievaluasi, Fuel Card Punya Segudang Masalah

by -
Dievaluasi, Fuel Card Punya Segudang Masalah
Pj Sekda Babel, Yulizar Adnan.

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) akhirnya membeberkan segudang masalah selama kartu kendali atau Fuelcard sejak diterapkan pada 2 Desember 2019. Berdasarkan pembahasan evaluasi, Rabu (8/1/2020), masalah ini pun didiskusikan bersama pada pertemuan yang dipimpin langsung oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Yulizar Adnan.

Yulizar menegaskan, adanya evaluasi dilakukan ini untuk memperbaiki sistem kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah. Belum lagi perluasan fuelcard untuk jenis solar subsidi dan ron 88 (bensin) yang akan menyentuh kalangan petani dan nelayan. “Jadi evaluasi ini untuk melihat perkembangan itu,” jelasnya.

Diterangkan Yulizar, masalah ini pun sudah diketahui oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman berdasarkan laporan yang disampaikan secara langsung.

Tercatat beberapa masalah tersebut seperti halnya pajak mati yang bisa menggunakan fuelcard, bisa mengisi lebih dari kuota yang ditentukan, pemakaian kartu ATM pengganti fuelcard hingga pemakaian fuelcard ganda untuk satu pengguna.

“Ini yang akan kita tindaklanjuti, maka kita bertemu untuk evaluasi. Dimana banyaknya miss di lapangan. Dibilang kecolongan, ya wajar, karena ini pertama kita laksakan, tapi dengan evaluasi mudah-mudahan baguslah,” ungkapnya.

Mendampingi Yulizar, Asisten Setda bidang Perekonomian dan Pembangunan Yanuar membenarkan adanya kesalahan teknis penggunaan fuelcard oleh masyarakat. Kesalahan teknis ini berupa kesalahan operator yang memasukan kuota per liter yang diterima pengguna fuelcard.

“Kemungkinan ada salah memasukan, seharusnya dia dapat 20 liter per hari tapi dimasukan 30 liter per hari. Makanya kita perbaiki. Dan ini perlu kita block, kita kunci, jadi tidak ada lagi yang punya satu dua tiga kartu karena sudah kunci biar semua sesuai, tidak dapat berulang-ulang,” sebutnya.

Ke depan, lanjut Yanuar, setelah evaluasi ini pihaknya berharap tidak ada lagi kesalahan tersebut. Termasuk kemungkinan penambahan jatah kuota per liter yang diterima. Namun hal itu belum bisa dibocorkan ke publik sebelum ada perbaikan surat edaran (SE) Gubernur Babel.

“Ini akan diperbaiki, suratnya masih menunggu tandatangan pak gubernur,” jelasnya lagi.

Selain itu, kata dia, perluasan fuelcard akan menyentuh sektor pertanian dan tangkap ikan nelayan. Oleh karena itu, pihaknya menekankan agar dinas terkait dapat sesegera mungkin berkoordinasi terkait jumlah petani dan nelayan yang memerlukan kebijakan ini.

“Jadi kita tahu kuotanya berapa, karena ada keluhan dari para petani. Jangan sampai mereka protes seolah-olah tidak dilayani. Demikian juga dengan nelayan dan Perkim pada pengelolaan SPAM,” tukasnya.

Dipaparkan dia juga, bahwa informasi yang diterima sejauh ini sudah ada 8.812 kendaraan yang telah mendaftarkan sebagai pengguna fuelcard ini.

“Kita juga bersyukur fuelcard ini mendapat dukungan masyarakat, tidak ada lagi penumpukan, sekarang pengisian BBM di SPBU sudah mulai tertib. Meskipun mulai tak beraturan pada pengisian pada bensin, tapi ini akan segera kita atur bersama Pertamina,” imbuhnya.(jua)