Diklat Pelayaran, 92 Peserta Diberangkatkan Oktober

*Terlambat Karena Keterbatasan Anggaran

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Timur (Dishub Beltim) baru akan memberangkatkan sebanyak 92 peserta yang lolos seleksi untuk Diklat Pelayaran pada pertengahan Oktober mendatang. Pelaksanaan diklat itu, merupakan realisasi MoU dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta beberapa waktu lalu.

Plt. Kepala Dishub Beltim, Amirudin mengatakan, pemberangkatan peserta diklat tersebut sebenarnya mengalami keterlambatan dari rencana sebelumnya. Keterlambatan pemberangkatan peserta Diklat pelayaran karena keterbatasan anggaran.

iklan swissbell

“Karena adanya keterbatasan anggaran tersebut, sehingga kita menunggu seusai penetapan hasil rancangan anggaran perubahan.

Saya juga sudah bicara dengan direktur STIP Jakarta, dan itu akan dilakukan pada pertengahan Oktober mendatang,” terang Amirudin kepada Belitong Ekspres, Sabtu (23/9) pekan lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Amir ini, semua biaya Diklat Pelayaran gratis, termasuk pengiriman peserta akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Beltim.

“Biaya penginapan dan pendidikan ditanggung STIP, selainnya kita (Dishub,red) yang akan menjadi tanggung jawabnya,” sebut Amir.

Baca Juga:  Sukseskan Pemilu 2019, Pemda Belitung Targetkan Animo Setinggi-Tingginya

Dijelaskan Amir, semua peserta 92 orang itu tersebar dari seluruh Beltim yang telah mengikuti seleksi, hingga test kesehatan. Oleh karena itu, mereka yang memenuhi kriteria dinyatakan lulus dan layak mengikuti Diklat, diharapkan bisa mempersiapkan diri.

“Pelatihan Diklat yang akan dilakukan adalah Basic Safety Training (BST), Advence Fire Fighting (AFF), Safety Awarness Training (SAT), dan Rating tugas jaga deck, serta Rating tugas jaga mesin,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Divisi Pengembangan Usaha Kementerian Perhubungan, Bambang Sumali mengatakan diklat yang dilaksanakan tersebut merupakan diklat berstandar Internasional. Sehingga, para peserta diklat yang lulus akan memperoleh sertifikat berstandar Internasional.

“Ini adalah kesempatan dan peluang yang sangat baik untuk diikuti masyarakat Beltim untuk bekerja sebagai crew kapal. Sertifikat yang akan diterima berstandar internasional sehingga mereka bisa bekerja di kapal berbendera Indonesia dan berbendera asing,” kata Bambang, saat melakukan MoU beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Menpora di Ujung Tanduk

Menurut Bambang, Para pemuda pemudi Beltim yang mengikuti diklat ini akan mendapat berbagai kemudahan dari Pemkab Beltim, terutama biaya diklat, transportasi, penginapan dan konsumsi.

“Program yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam perjanjian kerjasama yang dilaksanakan Pemkab Beltim dengan STIP Jakarta,” sebutnya.

Sementara itu, Pembina Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Beltim, Mentak berharap agar kegiatan Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat dibidang Pelayaran tersebut bisa berjalan sesuai rencana. Terkait rencana kegiatan ini, Mentak juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah. Karena Menurut Mentak Pemerintah telah memperhatikan masa depan masyarakat nelayan.

“Kami sangat berharap, banyak anak-anak nelayan, dan nelayan itu sendiri belum punya sertifikat pelayaran. Jadi disini meningkatkan SDM anak nelayan itu juga. Selain mereka menjadi nelayan, kan bisa kerja di perkapalan, di Pariwisata ataupun di Doking. Jadi tidak semestinya mereka anak nelayan itu menjadi nelayan,” harap Mentak. (feb)

Tags:
author

Author: