Dilanda Kemarau, Petani Danau Nujau Pasrah

by -

foto B

PPL Distanhut Beltim, Andri Taruna Praja, bersama petani Danau Nujau, yang kondisi persawahannya dilanda kekurangan air.

Dilanda Kemarau, Petani Danau Nujau Pasrah
GANTUNG – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyebabkan para petani harus berkerja ekstra keras untuk mengatasi pasokan air di area lahan pertaniannya.  Bahkan sejumlah petani di persawahan Danau Nujau Kecamatan Gantung, terpaksa hanya bisa mengelus dada dan pasrah, saat pasokan air di Danau Nujau berkurang dan dilanda kekeringan.

“Kami hanya bisa mengelus dada memperhatikan padi kami yang tumbuh dengan kondisi kekurangan air. Pompa air memang ada, tapi air untuk disedot pun tidak ada, alias kering, jadi mau ambil dari mana lagi,” ungkap Ketua Gapoktan Mufakat Danau Nujau Desa Gantung Akhmadi Julianto, saat kepada Belitong Ekpres Selasa (11/8) kemarin.

Tak hanya itu, ia juga sudah pasrah dengan hasil panen tahun ini. Menurut dia hasil panen tidak akan seimbang dengan modal yang dikeluarkannya.

“Hanya bisa pasrah lah, yang pasti panen tahun ini petani sangat merugi, karena tidak seimbang dengan modal yang dikeluarkan,” ucapnya.

Para petani di Danau Nujau berharap ada upaya dan langkah kongkrit lainnya dari dinas terkait untuk membantu persoalan krisis air yang saat ini dirasakan oleh petani dikawasan tersebut.

Sedangkan untuk mengatasi resiko kerugian yang disebabkan kemarau berkepanjangan, kini sebagian petani juga telah menerapkan pola tanam dengan melakukan tanaman komoditas holtikultura ataupun palawija yang tidak membutuhkan banyak air.

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Distan Beltim, Andri Taruna Praja, membenarkan jika saat ini persawahan Danau Nujau mengalami kekeringan.

“Musim tanam April-September ini, persawahan Danau Nujau dengan luas tanam sekitar 183 Ha menderita kekeringan sekitar 79 Ha atau 39 persen dari luasan tanam. Kini sebagian petani hanya bisa pasrah menantikan turunya hujan,” terang pria yang akrab disapa Andri.

Untuk mengatasi permasalahan ini ke depannya melalui Direktorat Pengelolaan Air Irigrasi Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI, sudah membangun jaringan ferrocement sepanjang 1.244 meter untuk mengairi sebagian area persawahan.

“Saat ini sudah dibangun ferrocement sepanjang 1.244 meter untuk mengairi persawahan yang kering, dan jaringan ini ditargetkan akan selesai hingga bulan September mendatang,” terangnya. (feb)