Dinas Kehutanan Babel Turun, Sita 9 Truk Kayu

// Dari Kawasan Konservasi Hutan Maras

PIHAK Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung (Babel) bersama dengan pihak Unit Kesatuan Pengelolah Hutan (KPH) berhasil mengamankan 9 unit truk kayu ilegal yang diamankan dari Kawasan Hutan Konservasi Gunung Maras Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka sekitar pukul 21.20 wib, Jumat (23/2) malam.

PENGUNGKAPAN kasus tersebut bermula ada informasi dari masyarakat terkait adanya perambahan hutan di kawasan hutan konservasi gunung Maras Desa Gunung Muda Belinyu. Dan untuk memastikan hal tersebut, polhut dan KPH Bangka melakukan penyelidikan dan pengintaian kemudian diamankan sebanyak 9 unit mobil truk yang membawa kayu saat akan keluar dari kawasan hutan tersebut sekitar pukul 21.20 wib, Jumat (23/2) malam.

RajaBackLink.com

Sebanyak 9 unit truk yang bermuatan kayu beserta 11 orang pekerja diamankan oleh Polhut dan KPH Bangka dan kemudian diserah ke penyidik Polres Bangka.

”Jadi tadi malam kita mendapat laporan dari warga setempat, ada 9 truk akan masuk akan mengangkut kayu untuk keperluan bagan di hutan konservasi ini, untuk itu tim kita yakni Polisi Kehutanan (Polhut) dan KPH datang ke lokasi untuk menunggu mereka mengangkat kayu itu keluar dari dusun ini, setelah mereka keluar lansung kita tangkap, kemudian kita serahkan ke polsek Belinyu dan kemudian permasalahan ini dilimpahkan ke Polres Bangka untuk menangani kasus tersebut,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel H Marwan S.Ag kepada wartawan di Sungailiat, Sabtu (24/2).

Baca Juga:  Meresahkan, Gara-gara Suka 'Mejeng' Buaya 2,5 Meter Dipancing Pawang

Menurutnya, pengakuan dari warga Dusun Bukit Tulang Desa Gunung Muda Belinyu, mereka melihat sudah sering ada yang melakukan perambahan hutan dan mereka tidak berani melakukan pencegahan dan sudah melapor kemana-mana dan tidak ditanggapi dan akhirnya melapor ke Polhut.

”Dan ini memang tugas serta kewajiban dari kita (dinas kehutanan-red) untuk segera mengamankan hutan konservasi ini dari kerusakan yang dilakukan para perambah hutan,” ujar Marwan.

Dikatakan Marwan, untuk barang bukti yang diamankan dari 9 truk berjumlah sebanyak 70 gelondong dengan panjang rata-rata 17 meter dan juga 11 orang pekerja yang ikut diamankan. ”Untuk barang bukti berupa 9 truk total kayu 70 gelondongan, satu unit PC dan 11 orang diamankan dan telah kita serahkan ke Polres untuk proses hukum selanjutnya,” kata Marwan.

Baca Juga:  Perampok Asal OKI Terkapar Dihajar Pelor

Ditambahkannya, untuk pelaku perambah dan perusakan hutan tersebut dikenakan ancaman UU No. 18 tahun 2013 maksimal 5 tahun penjara, paling sedikit 1 tahun penjara, dengan denda paling banyak Rp 2,5 milliar, paling sedikit Rp 500 juta. Ini ancaman bagi orang-orang yang melakukan pengerusakan hutan di Indonesia. ”Apakah ada pihak lain yang terlibat? Saat ini kita juga sedang menunggu hasil pengembang penyelidikan dari kepolisian dan sampai saat ini belum ada pihak-pihak lain yang menghubungi kita,” tambah Marwan.

Setelah itu, Sabtu siang (24/2), pihak Dinas Kehutanan Provinsi Babel, KPH, polhut dipimpin lansung Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel Marwan serta pihak penyidik Polres Bangka ke Kawasan Hutan Konservasi Gunung Maras Dusun Bukit Tulang Desa Gunung Muda Belinyu meninjau lokasi perambahan hutan tersebut.

Pantauan di lokasi, terjadi kerusakan hutan di kawasan tersebut dan ada beberapa kayu yang sudah ditebang tetapi masih tergelak dan belum diangkut, pihak dinas kehutanan dengan mengunakan peralatan JPS dan hasilnya dipastikan memang kawasan hutan Konservasi Gunung Maras yang tidak boleh dirambah oleh siapapun.(dee)

Tags:
author

Author: