Dinas Kesehatan Tambah 20 Unit APD, Pasien ODP di Beltim Bertambah Satu

by -
Dinas Kesehatan Tambah 20 Unit APD, Pasien ODP di Beltim Bertambah Satu
Supeni saat menyerahkan APD kepada dokter Puskesmas Simpang Renggiang.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Belitung Timur mendistribusikan 6 unit alat pelindung diri (APD) dari total 20 unit yang ada ke Puskesmas Simpang Pesak, dan Kelapa Kampit, Jum’at (20/3).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB, Supeni mengungkapkan APD hanya diperuntukkan bagi tim teknis Pusekesmas yang menangani pasien dugaan COVID-19 rujukan dari Puskesmas ke RSUD. “Satu setnya ada untuk tiga orang, dokter, perawat sama sopir ambulan. Jadi digunakan saat merujuk pasien dugaan saja, bukan untuk tindakan,” jelas Supeni di ruang kerjanya.

Dia mengatakan APD merupakan standar wajib bagi penanganan pasien dugaan COVID-19. Meski belum ditemukan pasien positif namun pengadaan APD dilakukan untuk antispasi awal. “Kita pengadaannya hanya 20 unit, baru kita drop ke tiga puskesmas yang jauh-jauh. Sisanya kita simpan di Dinkes kalau pun memang diperlukan kita drop lagi,” ungkap Supeni.

Supeni yang didampingi oleh Sekretaris DKPPKB, Febby Sandranita menjelaskan APD digunakan hanya untuk sekali pakai. Setelah itu wajib dikemas dengan plastik khusus atau dimusnahkan. “Pakainya hanya satu kali. Kalau harganya satu unitnya sampai Rp 1,5 juta, yang 20 ini dari APBD Kabupaten Beltim. Nanti kita minta dengan Provinsi, kalau dibutuhkan,” kata Supeni.

Supeni menekankan APD sangat penting bagi petugas kesehatan terutama yang berhubungan atau menangani pasien dugaan COVID-19. Ketersediaan APD untuk mengurangi resiko tenaga medis. “Makanya selain pengadaan APD kita akan memberikan pelatihan khusus bagi tim penanganan, karena mereka ini adalah pejuang terdepan resikonya harus diminimalisir,” tukasnya.

Pasien ODP Bertambah Satu

Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bertambah satu orang menjadi dua orang. Hal ini terlihat dari pusat informasi COVID 19 Kabupaten Beltim di corana.belitungtimurkab.go.id, Jum’at (20/03/20) sore.

Dari pusat informasi di bawah Dinas Komunikasi dan Infromatika (Diskominfo) Beltim itu terlihat jika ODP tersebut berada di Kecamatan Gantung. Sedangkan salah seorang ODP terdahulu di berada Kecamatan Manggar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabuopaten Belitung Timur  (Kominfo Beltim) Gustaf Pilandra mengatakan saat ini kondisi ODP baik-baik saja atau tidak menunjukkan gejala-gejala khusus COVID-19.

“Yang bersangkutan secara mandiri memeriksakan diri ke Puskesmas. Hasil pemeriksaannya bagus, hanya batuk ringan,” kata Gustaf saat dihubungi melalui telepon.

Dimasukkannya orang tersebut ke kategori ODP lantaran yang bersangkutan pernah tinggal di daerah pandemic COVID-19. Saat ini yang bersangkutan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri dan dalam pengawasan tim.

“Yang bersangkutan secara sukarela memeriksakan diri. Sekarang kita minta yang bersangkutan untuk mengisolasi diri minimal 14 hari di rumah namun tetap dalam pengawasan kita,” ujar Gustaf.

Pasien ODP tersebut merupakan warga pendatang yang memiliki keperluan di Kabupaten Beltim. Warga DKI berjenis kelamin pria ini secara insiatif dan sadar memeriksakan diri ke Puskesemas. (rel)

Editor: Yudiansyah