Dinas Latih 30 IRT Potensial

by -

MANGGAR-Sebanyak 30 ibu-ibu dari Desa Baru, Lalang dan Mekar Jaya di Kecamatan Manggar mengikuti kegiatan Pembekalan Teknis Diversifikasi Produk Olahan Sukun, di Hotel Simpang Empat Manggar, Jum’at (3/6) Kemarin. Selain diberikan pelatihan mereka juga diberikan bantuan mesin pembuat tepung sukun, dan akan diberikan bantuan modal usaha.

Selama lima hari sejak Senin (30/5) hingga Jum’at (3/6) mereka diberikan pelatihan tentang tata cara pembuatan tepung sukun. Tepung sukun ini selanjutnya diolah menjadi berbagai macam kue basah, brownis, roti, balado, dan lain-lain.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yuliswan Burnani kepada wartawan saat menutup kegiatan pembekalan, Jum’at (3/6) kemarin, mengatakan panganan dari sukun merupakan sesuatu yang unik dan punya nilai jual. Sangat disayangkan jika UMK di Kabupaten Beltim hanya mengolah sukun menjadi kripik saja.

“Produk olahan dari sukun ini kan jarang, sayang kalau selama ini hanya dibuat kripik saja. Makanya kita mengenalkan dan memberikan pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga ini, apalagi di Kabupaten Beltim kan sukun mudah didapat,” ungkap Yuli.

Diungkapkannya Disperindag Provinsi sudah memberikan satu unit alat pengolah sukun untuk menjadi tepung serta peralatan pengolahan lainnya. Mesin dan peralatan-peralatan ini diharapakan dapat digunakan untuk membantu UMK mempermudah pembuatan produk olahan.

“Kita berharap ibu-ibu yang sudah kita berikan pelatihan agar dapat terus berjalan, bukan hanya sebentar setelah pelatihan. Saya liat tadi hasilnya juga sudah bagus semua dan layak untuk dipasarkan, kan lumayan untuk tambah penghasilan,” ujar Yuli.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Diperindagkop) Kabupaten Beltim, Susana Linggawati menyatakan komintmennya untuk membantu pemasaran hasil produk olah sukun.
“Kita ingin mereka ada kepastian usaha. Kita siap memasarkan produk mereka lewat galery KUKM, tempat oleh-oleh di bandara, dan stand-stand kita saat pameran,” sebut Susana Linggawati, yang akrab disapa Susi.(feb)