Dindik Beltim Telah Terbitkan Keputusan PPDB 2021-2022

by -
Dindik Beltim Telah Terbitkan Keputusan PPDB 2021-2022
Foto ist

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur (Dindik Beltim) telah menerbitkan keputusan tentang petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama tahun ajaran 2021-2022.

“Jadi segala sesuatu terkait dengan proses PPDB sudah dituangkan dalam juknis ini yang nantinya secara teknis dijelaskan masing-masing bidang,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Beltim, Partono, Rabu (19/5) kemarin.

Di dalam juknis PPDB juga dijelaskan jadwal tahapan PPDB yang dimulai dengan sosialisasi sekolah ke masyarakat, pengumuman pendaftaran PPDB, verifikasi zonasi berdasarkan KK, perangkingan, pengumuman penerimaan peserta didik baru, daftar ulang sampai penetapan peserta didik oleh Kepala Sekolah dan masuk sekolah.

Menurut Partono, mengingat situasi pandemi Covid-19 masih belum berakhir maka penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan. Namun, sebagaimana juknis PPDB yang telah diputuskan, ada perbedaan cara mendaftar di masing-masing satuan pendidikan tersebut.

“Jadi kemungkinan SMP itu pendaftaran tidak langsung tatap muka di sekolah. Tapi melalui sekolah masing-masing, data disampaikan sekolah akan langsung diseleksi oleh sekolah yang merupakan zonasinya. Waktu pendaftarannya tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai panduan yang kami keluarkan,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan persyaratan usia calon peserta didik, khususnya sekolah dasar yang seringkali menjadi polemik ketika PPDB dibuka. Juknis menyatakan, calon peserta didik baru kelas 1 jenjang SD wajib menerima peserta didik usia 7 tahun sampai dengan 12 tahun dan berusia paling rendah 6 tahun per tanggal 1 Juli 2021.

Pengecualian diberikan bagi calon peserta didik yang kurang dari 6 tahun dengan bakat istimewa atau kesiapan belajar dapat diterima atas dasar rekomendasi tertulis dari psikolog. Itupun tetap dengan batasan usia minimal 5 tahun 6 bulan pada tanggal 1 Juli 2021.

Partono mengingatkan, sebaiknya orang tua tidak memaksakan anak-anak mereka masuk sekolah ketika usia belum cukup. Sebab, anak yang usia dibawah 6 tahun akan tertolak sistem dapodik dan dianggap bukan peserta didik.

“Dapodik itukan terbaca secara nasional. Kalau dapodik apapun ada persyaratan, termasuk guru pun ada persyaratannya untuk masuk dapodik. Sama dengan peserta didik. Jadi kalau persyaratannya tidak terpenuhi, mereka tidak akan masuk. Paling utama usia, kalau dibawah 5,6 tahun mungkin tidak masuk dapodik. Akibatnya anak tidak tercatat sebagai peserta didik di kelas 1,” jelasnya.

Partono juga menyampaikan bahwa pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui beberapa jalur yakni zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua dan prestasi. Masing-masing jalur pendaftaran memiliki syarat dan peserta didik hanya dapat memilih satu jalur pendaftaran PPDB.

“Untuk zonasi jenjang SMP lingkupnya Kecamatan. Namun bukan berarti bisa mendaftar di seluruh SMP di Kecamatan. Hanya yang terdekat dari tempat tinggal calon peserta didik,” pungkasnya. (msi)