Dindukbud Bantah Coret Anggaran

by -
uang ilustrasi

*Sudah Tergabung  Dalam Pendidikan, Penggunaan Jelas

uang ilustrasi
ilustrasi uang

TANJUNGPANDAN-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Irfani Mauran akhirnya memberikan klarifikasi atas tudingan DPRD Belitung soal pencoretan anggaran untuk penguatan seni budaya Belitung yang disebut sebesar Rp 2 miliar. Tudingan pencoretan yang salah alamat ke ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu, diluruskan oleh Irfani Mauran.
Menurut Irfani, dana yang dimaksud Ketua Komisi III DPRD Artiansyah sebesar Rp 2 milair itu tidak dicoret. Sebab, anggaran yang dimaksud masuk atau tergabung dalam anggaran pendidikan.
”Anggaran tersebut diprioritaskan untuk kegiatan-kegiatan kebudayaan,” jelas Irfani kepada Belitong Ekspres, belum lama ini.
Data yang didapat Belitong Ekspres dari Seksi Data Dindikbud Belitung, Kamis (28/4) kemarin, memperlihatkan untuk anggaran kebudayaan Tahun 2016 dari APBD Rp 1.300,297,500. Perinciannya, akan disalurkan pada bidang pengembangan budaya Rp 38,840,000. program pengelolaan kebudayaan kekayaan budaya Rp,1,019,860,000 dan program pengelolaan keragaman budaya Rp241,597,500.
Irfani menjelaskan, anggaran tersebut tidak digunakan secara sekaligus. Namun, digunakan secara bertahap seperti untuk kegiatan-kegiatan studi pelayanan pelestarian baslin data berbasis pasial. yaitu pembuatan titik kordinat atau peta untuk proses pengembangan dan penataan situs pendidikan dan kebudayaan Belitung.
Kembali dijelaskan, ada juga untuk perbaikan pembuatan tangga di lokasi makam Raja Badau di Kecamata Badau dan kegiatan-kegiatan untuk sanggar dan pelatihan guru sanggar juga sejumlah kegiatan lainnya.
Kembali Irfani memaparkan, untuk mobil bioskop merupakan pinjam pakai dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama tiga Tahun.
“Tapi tidak menutup kemungkinan akan di hibahkan pada Pemkab Belitung sebab, sekarang mobil bioskop keliling masing berstatus aset pusat,” terangnya.
Dia merasa bersyukur sudah ada mobil bioskop keliling dari Kemendikbud yang digunakan untuk promosi pariwisata Belitung. Film yang diputar yang mendidik dan mendukung kesenian adat budaya daerah.
Menurut Irfani, pihaknya selalu berkordinasi dan mendukung kemajuan pariwisata Belitung, salah satunya dengan situs-situs budaya sebagai destinasi sejarah seiring Belitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  Pariwisata dan juga Destinasi Wisata Nasional.
Dindikbud juga akan melakukan terobosan dalam memperkenalkan kebudayan  Belitung dengan mengadakan pentas kesenian secara rutin setiap minggunya di Gedung Nasioanl (Genas). Dengan begitu, kreatifitas dari anak-anak sanggar dan teman-teman kesenian bisa menyalurkan dan menunjukan bakat mereka pada masyarakat juga kepada wisatawan yang berkunjung ke Belitung.
“Saya punya keinginan mengadakan pentas kesenian secara rutin. Namun, sementara ini kami masih terkendala dalam anggaran,” katanya.(mg1)