Dinkes Buru Pelaku Penjual Bubuk Abate

by -

*Bubuk Pembasmi Jentik Tidak Diperjualbelikan

TANJUNGPANDAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung sedang menginvestigasi pelaku penjual bubuk abate yang bergelagat aneh. Pasalnya, pelaku yang bergelat aneh ini, telah banyak menjual bubuk pembasmi jentik dengan harga bervariasi. Padahal, bubuk tersebut tidak diperjualbelikan alias dibagikan gratis ke masyarakat.

Bubuk abate, ada yang dijual lima bungkus Rp.30ribu dan enam bungkus Rp.50ribu. Penjualan bubuk abate tersebut juga disertai dengan kuintansi berstempel lembaga/yayasan tertentu.

“Sudah saya perintahkan kabid saya cari,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dr Suhandri, Senin (31/8) kemarin.

Sejauh ini Dinas Kesehatan belum mengetahui siapa penjual bubuk pembasmi jentik tersebut.  Ia meminta peran masyarakat jangan mudah membeli bubuk tersebut jika tidak jelas apalagi memaksa. Dan, kalau ada yang menjual silahkan diinformasikan ke Dinas Kesehatan.

“Kalau dia bisnis jual abate silahkan, ada yang dijual tapi bukan program kesehatan. Yang program kesehatan itu gratis,” terangnya.

Ia kembali mengatakan, bubuk abate dari Dinas Kesehatan tidak diperjual belikan, tapi dibagikan gratis ke masyarakat. “Artinya melalui Dinas ke Puskesmas lalu diedarkan melalui kader,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi penipuan dengan  modus penjualan bubuk pembunuh jentik belakang ini marak di Kabupaten Belitung. Warga masyarakat pun sudah banyak jadi korban penipuan penjualan bubuk merk Temephos dan Larvasida tersebut.
Untuk mengelabui masyarakat, oknum penjual mengatasnamakan lembaga kesehatan dari pusat. Mereka datang ke toko-toko, rumah-rumah warga dengan dalih melakukan pendataan kesehatan, lalu menawarkan bubuk dengan cara memaksa.
Bubuk pembasmi jentik untuk mencegah penyakit demam berdarah, cikunyunya dan kaki gajah ini, dijual dengan harga bervariasi disertai kuintasi. Ada yang dijual enam saset serbuk Rp. 50 ribu, dan tiga saset serbuk seharga Rp. 30 ribu.(yud/ade)