Dinkessos Siap Salurkan Sembako

by -

PANGKALPINANG – Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyatakan siap menyalurkan bantuan sembako kepada nelayan tradisional yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk.
“Kami siap menyalurkan bantuan beras, mie instan, ikan kaleng dan lainnya kepada nelayan, apabila ada permintaan dari pemerintah kota/kabupaten untuk menangani masalah sosial tersebut,” kata Kepala Dinkessos Babel Roni A Rachman, Rabu (11/2).
Hampir dua bulan terakhir ini, nelayan tradisional di Babel tidak berani melaut karena kondisi cuaca di perairan memburuk yang ditandai gelombang tinggi, angin kencang yang membahayakan keselamatan nelayan tersebut.
“Penyaluran bantuan ini ada prosedurnya, misalnya ada permintaan bantuan dari pemerintah kabupaten, tingkat keparahan ekonomi nelayan akibat cuaca buruk tersebut dan lainnya. Intinya kami siap menyalurkan untuk meringankan beban nelayan tradisional tersebut,” ungkapnya.
Ia mengatakan saat ini stok bantuan makanan untuk korban bencana alam dan sosial masih mencukupi. Jika kurang maka pihaknya akan mengusulkan penambahan untuk membantu korban bencana tersebut.
“Dalam kondisi cuaca di perairan yang memburuk ini, memang sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat pesisir yang mengandalkan ekonomi keluarga dari hasil tangkapan ikan, udang, kepiting,” imbuhnya.
Untuk itu, kata Roni, diharapkan pemerintah kabupaten/kota untuk segera mendata dan melihat langsung ekonomi nelayan tradisional ini akibat cuaca buruk ini. “Silahkan pemerintah kabupaten/kota mengajukan permohonan bantuan dan kami siap membantu meringan beban nelayan tradisional ini,” jelasnya.
Sementara itu, Perdi salah seorang nelayan tradisional Kota Pangkalpinang, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya karena sudah hampir dua bulan terakhir ini tidak melaut, karena gelombang tinggi mencapai tiga hingga empat meter disertai angin kencang. “Kami hanya berharap ada bantuan dan kepedulian pemerintah terhadap nasib nelayan selama kondisi cuaca memburuk,” katanya.
Saat ini, dijelaskannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga terpaksa berhutang kepada tauke ikan dengan perjanjian harus menjual ikan kepada tauke tersebut jika cuaca sudah membaik. “Kami sangat membutuhkan bantuan sembako dari pemerintah daerah untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari yang tinggi,” tandasnya. (ant/rb)