Dinsos akan Verifikasi Data Penyandang Masalah Sosial

by -

TANJUNGPANDAN-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Belitung menggelar acara sosialisasi mengenai instrumen verifikasi data penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Senin (16/2) kemarin, di Kantor Dinas Tenaga Kerja. Diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari desa dan kelurahan serta lima peserta lainnya dari kecamatan.
Kadis Disnakertrans Haziarto mengatakan, up dattingĀ  data (pengkinian data,Red) akan di lakukan kembali klarifikasinya. Khususnya, bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Yakni, mereka yang tergolong dari anak jalanan, penderita sakit jiwa, gepeng (pengemis dan gelandangan), penderita HIV/AIDS dan masih banyak golongan PMKS lainnya. “Artinya, apakah data-data tersebut masih ada orangnya atau sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Selain itu, kata Haziarto, mengenai data tentang fakir miskin, tetap akan dicek apakah orang tersebut masih mampu atau memang benar-benar sudah tidak mampu lagi. “Sebab, kalau pada kenyataannya. Ternyata mereka (para PMKS, red) itu masih mampu, kita (Dinas Sosial,red) akan segera lakukan pencoretan,” tegasnya.
Ditanya, soal disabilitas (penyandang cacat,red) yang ada di Kabupaten Belitung, Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan rekapitulasi data se-Kabupaten dahulu, untuk mengetahui jumlah dan keberadaan kaum disabilitas. “Kita ingin tau. Dimana saja saudara-saudara kita itu (yang menyandang disabilitas,red). Jika, sudah diketahui jumlahnya. Setelah itu, kita (dinas Sosial,red) bisa mengintervensi mereka (kaum disabilitas, red),” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, disabilitas itu terbagi dalam dua kategori. Ada disabilitas potensial dan disabilitas tidak potensial. “Disabilitas potensial adalah mereka yang masih berusia produktif. Dan punya potensi untuk di latih, di didik dan di bina. Guna, melahirkan kepercayaan diri dan bisa mandiri kedepannya,” papar Haziarto.
Sedangkan, disabilitas yang tidak potensial itu yakni, mereka yang tidak memiliki peluang sama sekali. “Yang benar-benar tidak bisa di andalkan untuk hidup mandiri. Sebab, itu agak susah melatih dan mendidiknya,” terangnya.
Karena itu, Haziarto berharap dengan adanya sosialisasi ini. Semoga bisa melahirkan rasa kepedulian terhadap para PMKS. Dengan tujuan, agar dapat melakukan pembinaan dan pengertian kepada PMKS, serta dapat diajak bekerja sama dengan pihak dinas Sosial. “Karena itu, kami (dinas sosial,red) akan meng-SK-kan mereka. Sehingga, mereka bisa bertanggungjawab terhadap data yang akan kita update dan verifikasi ditingkat desa dan kelurahan serta kecamatan,” tutupnya. (mg2)