Dinsosnaker Jaring Gepeng dan Anjal

by -

    PANGKALPINANG – Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pangkalpinang menjaring sembilan anak gelandangan dan pengemis (Gepeng) dan anak jalanan dalam gelar razia, Rabu (17/6) kemarin. Razia itu guna mengantisipasi menjamurnya para gepeng yang akan menggangu keindahan dan ketenangan masyarakat.
    Kedelapan orang tersebut terdiri dari tiga anak-anak penjual koran, dua anak-anak yang sedang mengamen dan tiga pengamen dan satu orang pengemis. “Kegiatan razia ini akan terus kami lakukan untuk mengantisipasi menjamurnya gepeng, anjal dan pengemis pada bulan suci ramadhan ini. Dan pada razia yang kami gelar kami telah menjaring 9 orang,” kata Kepala Dinsosnaker, Mikron Antariksa Rabu (17/6) kemarin.
    Mikron menambahkan, setelah ditertibkan para gepeng, anjal dan pengemis akan didata dan bagi anak-anak dibawah umur pihak Dinsosnaker akan memanggil orang tua anak tersebut untuk menandatangani surat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi hal ini. “Untuk para pengamen yang tertangkap sudah kita beri sanksi kerja sosial dan kemudian kami kembalikan, sedangkan untuk anak-anak dibawah umur kami akan memanggil orang tuanya agar mereka tahu dan menandatangani surat pernyataan,” jelasnya.
    Masih katanya, selama bulan suci ramadhan razia ini akan terus dulakukan sebanyak satu kali dalam seminggu. “Rutin akan kita laksanakan razia penertiban ini, insaallah akan kita laksanakan seminggu sekali,” tegasnya.
    Lanjut Mikron, Pemkot Pangkalpinang juga nantinya pada tahun 2018 akan membangun panti sosial untuk menampung para anak-anak jalanan, karena basecamp yang ada sekarang masih minim dan sempit. “Tadi juga Wakil Walikota sudah meninjau kesini, dan rencananya pada tahun 2018 Pemkot Pangkalpinang akan mendirikan panti sosial untuk menampung anjal dan para gepeng ini. Dan nanti disitu mereka akan kita berikan pelatihan agar mereka memiliki keterampilan sendiri dan akhirnya mereka akan mandiri,” jelasnya.
    Ia menyebutkan, para anjal, gepeng dan pengemis yang ditertibkan tadi yaitu, Is (14), Rk (12) warga Pasir Putih, selanjutnya Yg (14), RR, TS (17) warga asal Palembang, RBS (17), PE (14), EA (15) RS (17). “Saya ke Pangkalpinang mau ikut jualan, tapi tempat yang saya mau kerja masih belum menerima karyawan. Jadi sambil menunggu tidak ad pekerjaan saya ikut ngamen bersama teman-teman,” timpal salah satu anak jalanan tersebut.
    “Kalau dia ini dibuang orang tua di Bengkulu, lalu umur 4-5 tahun mengamen, sempat masuk panti sosial di Palembang, keluar dari situ mengemen di Pasar Induk Pelembang, terus ke Jakarta di Mampang, Tabah abang, lalu di ajak Hendra ke Pangkalpinang untuk ngamen. Dan kita juga menangkap satu pengemis Acun (50) sedang pengemis di pasar induk,” tukasnya. (tya)