Dinsosnakertrans Tidak Bisa Intervensi

by -

*Tapi Tetap akan Kawal Masalah Pesangon Karyawan PT BML

MANGGAR – Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Zuryanti, melalui Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Perselisihan Hubungan Industri (PK dan PHI) Suroso mengatakan, sudah mendapatkan jawaban dari perusahaan smelter, PT Bellitin Makmur Lestari (BML), Dusun Bangek, Desa Simpangtiga, Kecamatan Simpangrenggiang, terhadap tuntutan pesangon karyawan PT BML.

Dikatakan Suroso, penawaran PT BML itu sudah disampaikan kepada para karyawan. Dia mengatakan, pihaknya tidak mengintervensi tawar-menawar antara kedua belah pihak.

“Saya sampaikan kepada para kawan-kawan karyawan. Silakan, terserah mereka, dirembuk dengan kawan-kawan lain lainnya,” ungkap Suroso kepada wartawan, Minggu (29/5) kemarin.

Ia juga mengatakan, seandainya penawaran tersebut diterima maka pembayaran tahap ketiga akan dilakukan. “Silahkan kalau memang setuju. Kalau memang tidak, yah harus ke tahap bipartid, Dan Kami siap untuk mengawalnya,” ujar Suroso.

Proses Bipartid menurutnya adalah proses pertama untuk menuju Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Tahap keduanya adalah mediasi. Kedua tahap itu masing-masing memiliki masa waktu satu bulan untuk menemukan kesepakatan antara karyawan dan perusahaan.

“Setelah tidak ketemu kesepakatan, yah baru nantinya ke pengadilan,” ucapnya Suroso.

Sebelumnya diberitakan, pihak DPRD Beltim, melalui Komisi III jika memang permasalahan ini belum juga menemukan titik terang, maka mereka akan bentuk tim Panitia Khusus (Pansus).

Ketua Komisi III DPRD Beltim, Ardian mengatakan, pihaknya akan membentuk Pansus penyelesaian PT BML jika persoalan pesangon karyawan PT BML tersebut tak kunjung selesai. Hal ini diungkapkan Ardian kepada Belitong Ekspres, di Gedung DPRD Beltim usai menerima aduan sejumlah karyawan PT BML yang mempertanyakan kejelasan pesangon mereka, Jumat (26/5) pekan lalu.

“Jika memang terus tak ada titik terang, kami akan membentuk tim Pansus, dengan cara memberlakukan audit investigasi terkait masalah kekayaan perusahaan, management dan keuangan perusahaan. Apakah betul ini dikategorikan perusahaan labil dan ini harus kita ketahui,” sebut Ardian.

Sekadar informasi, persoalan pesangon yang terjadi antara karyawan perusahaan Peleburan biji timah (Smelter)  PT. BML, Dusun Bangek, Desa Simpangtiga, Kecamatan Simpang Renggiang, masih terkatung-katung hingga hari ini. Persoalan ini sudah mencuat sejak hitungan bulan.

Bahkan sebelumnya sudah dilakukan sejumlah mediasi dan pertemuan mulai dari Dinsosnakertrans Beltim, hingga pertemuan dengan Bupati Beltim Yuslih Ihza, serta ke meja rapat DPRD Beltim pun telah dilakukan. Namun, permasalahan terus berlarut-larut dan belum terselesaikan.

Karena tak ada hasil, kembali perwakilan karyawan yang sebelumnya 44 karyawan sudah dirumahkan dan kembali mengadu ke DPRD Beltim.

Ketiga orang perwakilan karyawan PT. BML yang mendatangi kantor DPRD Beltim, Jumat (27/5) pekan lalu. Mereka kembali menuntut kejelasan dan mengadu ke Ketua Komisi III DPRD Beltim Ardian dan sejumlah anggota DPRD Beltim lainnya. Mereka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

“Pertemuan ini merupakan upaya kami agar ada solusi supaya perusahaan dapat menerima apa yang kami sampaikan. Maunya kami, yah secepatnya bisa terselesaikan sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku,” kata perwakilan karyawan, Rudiansyah. (feb)