Diprotes Wartawan, Bos BPJS Minta Maaf

by -

PANGKALPINANG – Puluhan jurnalis media cetak dan elektronik Bangka Belitung (Babel) menyerbu kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Pangkalpinang, untuk menggelar aksi damai menyusul sikap pegawai BPJS yang dinilai mempersulit wartawan untuk melakukan peliputan.
Bergerak dari Alun-Alun Taman Merdeka (ATM) sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian sekitar pukul 09.30 WIB para wartawan mulai bergerak ke kantor BPJS dengan berjalan kaki. Koordinator aksi Rikki Fermana mengatakan aksi ini digelar sebagai bentuk protes para wartawan terhadap pihak BPJS yang dianggap tidak transparan dan menghalang-halangi pekerjaan jurnalis.
“Aksi damai ini sebagai bentuk kekecewaan rekan-rekan jurnalis terhadap pelayanan pihak BPJS dalam memberikan informasi yang dibutuhkan wartawan dalam peliputan. Wartawan dimintai surat tugas kepada setiap jurnalis yang mau meliput di kantor BPJS, seharusnya cukup dengan kartu pers saja sudah bisa meliput,” kata Rikki dalam orasinya, Kamis (6/8).
Salah satu wartawan Doni Fahrum menilai, BPJS Pangkalpinang sengaja tidak terbuka terhadap informasi, karena banyak permasalahan di tubuh perusahaan itu. Padahal masyarakat membutuhkan informasi tersebut. “Ini bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis, kedatangan kami ke kantor BPJS untuk mencari informasi yang dibutuhkan bukan mencari hal-hal yang lain,” kata Doni dalam orasinya.
Suherman wartawan lain menjelaskan, berdasarkan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dikenakan ancaman kurungan paling lama 2 tahun dan denda Rp500 juta jika menghalangi tugas peliputan jurnalis. “Lebih baik kepala cabang BPJS Pangkalpinang kerja di luar negeri saja, lari dari Babel ini. Jika menghalang-halangi tugas jurnalis, itu sama saja dengan penghianat bangsa,” tukas Herman dengan nada kesal.
Leo seorang wartawan media online mempertanyakan kenapa pegawai BPJS menolak dan membatasi tugas jurnalis yang melakukan peliputan di kantor BPJS. “Mengapa pegawai BPJS menolak dan membatasi seorang wartawan yang akan melakukan peliputan di kantor BPJS, kami minta kepada kepala cabang BPJS Kota Pangkalpinang menelusuri kasus tersebut. Apakah ada duri dalam daging atau apakah ada tindak korupsi yang terjadi di kantor BPJS,” sesal Leo.
Menurut Leo, dana yang ada di BPJS rentan dengan penyalahgunaannya. ICW dan KPK saat ini sudah melakukan penelusuran terhadap dana BPJS, yang rentan dengan penyelewengan. Produk hukumnya juga sudah berapa kali direvisi.
“Kami minta kepada kepala cabang BPJS untuk mempertanyakan sikap pegawai BPJS yang mencoba menghalang-halangi tugas wartawan dalam peliputan. Jangan sampai masyarakat dirugikan oleh ulah oknum-oknum pegawai BPJS yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Cabang Kantor BPJS Kota Pangkalpinang Mokhamad Cucu Zakaria meminta maaf kepada para jurnalis. Menurut dia, pihaknya hanya berupaya memberikan pelayanan yang terbaik tanpa bermaksud untuk melecehkan wartawan. Kedepannya diharapkan hubungan antara pihak BPJS dengan wartawan di Babel semakin baik dengan terjadinya peristiwa ini.
BPJS menganggap wartawan adalah mitra yang bisa bersama-sama untuk membesarkan BPJS demi masyarakat. “Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, semoga dengan kejadian ini hubungan antara wartawan dengan pihak BPJS lebih baik lagi,” ucapnya.
Ia menjamin tidak akan ada lagi penolakan terhadap jurnalis yang akan melakukan tugas peliputan di BPJS. “Insya Allah saya jamin tidak ada lagi penolakan terhadap wartawan, silakan meliput ke kantor BPJS. kami siap melayani serta memberikan informasi apapun tentang BPJS kepada wartawan,” tukasnya. (cr62)