Direktur RSUD Akui Fasilitas Belum Standar

by -

*Janji akan Perbaikan Kelalaian SOP Pelayanan

MANGGAR – Direktur RSUD Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dr Suhartini mengaku memiliki beban terhadap pasien Almarhumah Anggun, yang meninggal dunia usai dilakukan operasi cesar pada saat melahirkan anak kedua di RSUD Beltim, pada Sabtu (18/3) pekan lalu.

Hal ini disampaikan dr.Suhartini pada saat dilakukan konfrensi pers di ruang diklat RSUD Beltim, Senin (20/3) kemarin di hadapan Wartawan. Menurutnya satu di antara beban adalah tidak tersedianya ruangan sebelum Anggun dioperasi sehingga harus ditempatkan di lorong. Dia juga mengakui belum tersedianya alat-alat kesehatan seperti yang dijelaskan oleh sejumlah dokter dan keluarga Anggun.

Dikatakan Suhartini, semua akan diserahkan kembali ke keluarga Anggun untuk langkah selanjutnya. “Karena mereka sudah menerima informasi penjelasan dari Rumah Sakit. Hanya untuk langkah selanjutnya belum ada pembicaraan. Kemudian, hasil mediasi, dari SOP dari pelayanan dokter, itu menurut mereka mungkin sudah memenuhi standar. Tapi fasilitas memang masih belum memenuhi standar,” ungkap Suhartini.

dr. Suhartini juga kedepan berjanji akan memperbaiki segala dugaan kelalaian dan kesalahan dan akan membicarakan lebih lanjut dengan pihak Pemda Beltim terkait pengadaan Alat kesehatan lainnya. Dan berharap itu akan direspon oleh pihak Pemkab Beltim, meski menurutnya tidak semudah yang diharapkan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komite Etik RSUD Beltim, dr Rima menjelaskan hal serupa terkait SOP penanganan dokter. Rima menjelaskan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin terhadap pasien Almarhumah Anggun.

“Mungkin kejadian pada Anggun itu diluar kemampuan kami. Ada empat hal yang harus dideteksi dokter kandungan untuk antisipasi. Tapi ada satu kejadian yang tidak bisa diprediksi, yaknitonia uteri, itu di luar yang bisa diprediksi. Kejadian ini yang terjadi pada pasien Almarhumah Anggun,” tutup dr. Rima. (feb)