Direktur RSUD masih Plt?

by -

*DPRD Babel Kaget, Sulit untuk Naik Grade B
*Anggaran Rp 18 M Akan Dialihkan ke Provinsi

TANJUNGPANDAN-Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Suswanto, mengaku terkejut ketika mendengar pemaparan langsung dari Direktur RSUD Kabupaten Belitung Dr Hendra SpAN yang menyatakan status dirinya masih sebagai Plt.
“Saya lantas terkejut, ketika mendengar bahwa rupanya Direktur RSUD Pak Hendra, masih berstatus sebagai Plt,”ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Babel ini, usai menggelar pertemuan dalam agenda kunjungan kerja di RSUD Kabupaten Belitung, Sabtu (28/2) lalu.
Suswanto mengatakan, apa yang terjadi nantinya ketika ada peserta BPJS di Belitung mau dirujuk ke rumah sakit. Lantas, pasiennya harus berangkat dahulu ke Jakarta. “Dan yang sangat miris lagi, di Kabupaten Belitung ini ternyata belum memiliki rumah sakit rujukan,” ungkapnya.
Di sisi lain, kata dia, bagaimana kita mau bicara akan mengubah atau meningkatkan status grade C naik menjadi grade B. Sedang, direktur rumah sakitnya sendiri masih Plt. “Kalau mau naik ke B, saya pikir tidak menjadi kendala. Ada anggaran APBN Rp18 miliar. Jika itu tak cukup, DPRD Provinsi Babel akan upayakan bantuan dana dari APBD Provinsi,” paparnya.
Suswanto mengakui, dirinya bersama sejumlah rekan-rekan Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Babel diberi kepercayaan untuk mendapatkan angka Rp35 miliar dari APBN-P (Perubahan). Dan itu untuk pembangunan rumah sakit yang baru. “Tolong, setelah dibangun rumah sakit itu, Direkturnya tidak lagi Plt. Tetapi, sudah harus definitif. Itu, baru bisa naik ke grade B,” katanya.
Dikatakan, alangkah arifnya jika anggaran Rp18 miliar untuk anggaran pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit tersebut, sebaiknya diusulkan supaya dialihkan saja ke Provinsi.
“Nanti, setelah tahun depan Provinsi sudah dapat kucuran anggaran, baru dikembalikan ke Kabupaten Belitung dengan tambahan anggaran yang lebih banyak lagi,” sebutnya.
Dia menambahkan, kepala daerah jangan main-main. Direktur rumah sakit harus definitif. Apalagi, untuk sebuah rumah sakit rujukan. Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel Taufik Mardin asal Fraksi Partai PDIP mengatakan,pembangunan rumah sakit Belitung memang belum belum mendapat kucuran dana DABA dari Provinsi. “Jadi,anggaran dari APBN-P yang sebanyak Rp35 miliar itu untuk pelaksanaan pembangunan fisik pada tahun ini saja,” tuturnya.
Anggaran APBN-P tersebut, sebanyak Rp18 miliar akan digunakan untuk alat kesehatan rumah sakit.  “Insya Allah, kita berharap kepada pihak pelaksana teknis terkait, agar dilaksanakan dan diselesaikan dengan baik sesuai tata aturan yang ada,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur RSUD Kabupaten Belitung DR Hendra SpAn, ketika dikonfirmasi BE Sabtu (28/2) lalu, terkait kucuran dana APBN-P tersebut. Hendra mengatakan, anggaran sebanyak Rp35 miliar itu merupakan dana Daba yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa pembangunan fisik.
“Yakni, gedung rawat inap 100 tempat  tidur, gedung laundry, gedung gizi, kamar mayat dan pengaspalan jalan lingkungan serta untuk pembuatan pagar keliling,” terangnya.
Mengenai status dirinya sebagai Plt, pemimpin RSUD Belitung ini, mengaku hanya sebatas menjalankan institusi atas kepercayaan yang diberikan oleh pihak pemerintah daerah. “Kalau masalah itu (status Plt,red) saya hanya menjalankan institusi saja,” tandasnya (mg2)