Disbudparpora Revisi SE Perayaan Ceng Beng

by -

// M.Sopian:  Ini Hanya Salah Persepsi Saja

PANGKALPINANG – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Pangkalpinang melakukan revisi terhadap surat edaran (SE) yang telah disebarkan ke seluruh sekolah di Pangkalpinang terkait peringatan Ceng Beng atau sembahyang kubur yang akan dirayakan warga etnis Tionghoa.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan kepada seluruh sekolah agar turut berpartisipasi dalam perayaan itu. Namun surat tersebut justru menimbulkan pro kontra yang akhirnya memaksa Pemkot melakukan perubahan. Hal itu pun telah dilakukan Pemkot sebagaimana diakui Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian.
“Jadi kita rubah surat edaran itu,  jadi untuk sekarang edarannya hanya khusus untuk mayoritas etnis Tionghoa saja,” ujarnya saat di temui Rabu (1/4) kemarin.
Namun demikian dijelaskan Sopian, kalau melihat dari segi pariwisata surat edaran tersebut tidak menyalahi. Hanya saja ada kesalahan persepsi sehingga menimbulkan bermacam tanggapan sehingga menimbulkan kritikan keras atas surat edaran tersebut. “Sudah saya revisi, karena tidak ingin terjadi kesalahpahaman terhadap edaran tersebut,” jelasnya.
Edaran tersebut, masih kata Sopian, sebenarnya hanyalah perbedaan sudut pandang saja. Kadisbudparpora, katanya melihat sisi budaya dan pariwisata dari Ceng Beng itu sendiri. Sementara HTI, menurutnya menjaga syariah Islamiah, agar tidak merusak Aqidah. “Ini hanyalah kesalahpahaman sudut pandang saja, dan kemarin HTI langsung menghadap saya karena edaran tersebut, karena itu, edaran itu diubah,” imbuhnya.
Perubahan itu, jelas Sopian terletak pada kata ‘semua sekolah’ menjadi sekolah yang mayoritas muridnya beretnis Tionghoa. “Kita revisi agar edaran itu hanya tertuju kepada sekolah yang mayoritas etnis China. Nah, kalau surat sebelumnya seluruh sekolah diminta partisipasi dalam kegiatan pawai lampion,” jelasnya.
Ia menjelaskan, tidak setujunya HTI terhadap surat edaran tersebut, karena pawai lampion yang diminta diikuti oleh seluruh sekolah, dinilai sebagai salah satu ritual Ceng Beng. “Kedepannya saya harapkan tidak ada lagi kesalahanpahaman seperti ini, dan kita juga sudah melakukan perubahan dalam surat edaran tersebut,” tukasnya. (cr61)