Disdukcapil Siapkan 10 Sarjana Pelayan

PANGKALPINANG – Menurunnya angka kepuasan masyarakat belakangan ini membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pangkalpinang mengubah pelayanan terutama di bagian penyambutan pelayanan. Pasalnya, seluruh “pelayan” yang ada di bagian depan digantikan dengan lulusan sarjana.

“Ada 10 orang sarjana yang kita tempatkan di bagian depan. Mereka semuanya adalah wanita dan mulai berlaku hari ini (kemarin-red). Sebelumnya ada lulusan SMA, tapi dalam komunikasi agak kurang, jadi kita ganti semuanya dengan sarjana biar komunikasi dengan masyarakat bagus,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Pangkalpinang, Armada kepada Babel Pos, Rabu (4/1) kemarin.

RajaBackLink.com

Seperti diketahui sebelumnya, diakui Armada, angka kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di disdukcapil menurun derastis sampai empat persen dari 96,32 menjadi 92,32 persen. Salah satu penyebabnya ialah habis persediaan stok blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

“Makanya solusinya ialah prilaku pegawai kita harus diperbaiki, mulai dari penyambut tamu, bagian penerimaan pendaftaran, verifikasi data, informasi hingga pembaharuan,” tegasnya.

Selain menggantikan petugas pelayanan, lanjut Armada, pihaknya juga berupaya memberikan bimtek pelayanan prima kepada para petugas. Sehingga pelayanan yang diberikan nanti benar-benar sesuai standar operasional prosedur.

Baca Juga:  Penyertaan Modal Rp30 M untuk BUMD Perlu Dikaji Ulang

Disamping itu, tambahnya, pihaknya juga akan berusaha mempercepat waktu penyelesaian dokumen. Dimana untuk satu dokumen ditargetkan paling lama empat jam.

“Kalau sebelumnya kan berhari-hari. Sekarang target kita satu dokumen empat jam. Misalnya, orang yang daftar pagi hari bisa ngambil sore hari, yang daftar sore hari, bisa ambil dokumennya besok paginya,” jelasnya.

Namun ia menyadari bahwa untuk menerapkan hal tersebut akan ada pemangkasan beberapa SOP. Salah satunya dalam proses digitalisasi.

“Misalnya orang itu sebelumnya diminta KTP, sekarang nggak perlu lagi. Nah kalau sudah berhasil nanti, kita maunya dua jam. Dan untuk mencapai dua jam itu harus didukung sarpras yang memadai, termasuk biaya operasionalnya. Yang jelas nantinya pelayanan disdukcapil akan kami usahakan sama seperti halnya pelayanan di perbankan,” tandasnya.

(pas)

Tags:
author

Author: