Dishub Awasi Pemudik Masuk Dari Pelabuhan Wilayah Belitung

by -
Dishub Awasi Pemudik Masuk Dari Pelabuhan Wilayah Belitung
Kepala Dishub Kabupaten Belitung Ubaidillah.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belitung mengawasi pelabuhan yang ada dari para pemudik setelah keluarnya kebijakan pemerintah yang melarang mudik. Pelabuhan tersebut yakni Pelabuhan PT Pelindo II Tanjungpandan dan Pelabuhan Tanjung RU.

Kepala Dishub Kabupaten Belitung Ubaidillah mengatakan, bahwa mulai semenjak Maret pihaknya bersama intansi terkait berlakukan kebijakan itu. Yakni hanya diperbolehkan kapal yang membawa kebutuhan pokok atau logistik lainnya melakukan aktivitas.

“Kita sesuai Edaran Menteri, kita sama, yaitu saat ini beberapa kapal masih beraktivitas seperti biasanya. Dengan catatan tidak membawa penumpang, mereka hanya boleh membawa logistik, obat-obatan dan kebutuhan khusunya di Pulau Belitung,” katanya kepada Belitong Ekspres, Selasa (28/04).

Saat ini, kata dia dengan kondisi seperti ini beberapa pelayaran mengurangi frekuensi. Misalnya kapal Sakura dan lain-lain yang biasanya 3 atau 4 kali dalam seminggu, namun sekarang hanya 2 kali seminggu.

“Kita sangat Komitmen sekali, untuk melakukan pembatasan ini, sebagaimana kita mencoba sektor udara dan laut seperti di pelabuhan umum, penjagaan sangat ketat dengan tim tugas,” tukas Ubaidillah.

Di dua pelabuhan tersebut, hingga saat ini tidak ada lagi aktivitas kapal yang membawa penumpang baik dari luar Pulau Belitung maupun sebaliknya.

“Tidak ada lagi. Kita tidak mentolerir lagi, dan itu merupakan kebijakan pemerintah, bahwa tidak ada lagi yang membawa penumpang dengan jangka waktu tertentu,” paparnya.

Kemudian, lanjut Ubaidillah mengenai Pengamanan di Pelabuhan, pihaknya dan beberapa instansi lainnya sudah membentuk Tim, yang terdiri dari KSOP, KKP dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Pihaknya saat ini mulai berlakukan kebijakan bahwa 1 kendaraan mobil atau truk yang membawa barang dari kapal biasanya membawa kernet, sekarang tidak diperbolehkan, namun hanya sopir saja. Hal itu untuk mengantisipasi penumpang yang masuk ke Belitung, apalagi saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020.

“Sekarang belum ada penumpang sembunyi seperti itu, tapi kita tau mendekati hari raya nanti. Namanya manusia yang memiliki rasa kerinduan ingin pulang mengalahkan segalanya, mungkin bisa mengakali dengan masuk ke dalam box, atau koper,” jelasnya.

Dia menambahkan, awalnya sopir-sopir yang membawa barang dari kapal tersebut ingin diperlakukan sama seperti di Bandara, yakni menggunakan gelang, namun aktivitas mereka tidak lama hanya mengantarkan barang setelah itu langsung ke kapal dan langsung berangkat lagi.

“Tetapi mereka, kita perketat pas masuk, kita cek dengan thermal gun, semprotkan disinfektan dan kita jaga dengan SOP yang berlaku,” tandasnya. (dod)

Editor: Yudiansyah