Distanbunnak Siapkan 15.000 Bibit Karet

by -

PANGKALPINANG – Dinas Perkebunan, Pertanian dan Peternakan (Distanbunak) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengakui sangat prihatin dengan menurunnya harga karet yang terjadi saat ini. Menurunnya harga karet hingga menyentuh Rp 15.000 tersebut membuat Distanbunak Babel merasa kebingungan.
“Kita prihatin harga karet sekarang ini, dan mengherankan juga,  kenapa kita masih import (beli) karet dari Rusia, padahal karet kita sendiri  murah. Dolar naik, tapi karet dalam negeri murah, seharusnya harga komoditi ekspor tergantung dollar, dengan dollar naik, harusnya karet kita mahal,” ujar Kepala Distanbunak Babel, Toni HA Batubara kepada Radar Bangka (RB), Rabu (25/3) kemarin.
Untuk menangani persoalan ini, menurut Toni, pihaknya akan bekerjasama dengan BPTP Babel guna melatih kelompok petani karet agar bisa memanfaatkan teknologi pengasapan sehingga karet yang dihasilkan petani berkualitas tinggi. “Kita kepengen produk karet yang dihasilkan petani berkualitas. Saya punya program untuk kerjasama dengan BPTP agar dapat melatih beberapa kelompok petani dengan teknologi pengasapan agar kualitas karet kita bagus, karena selama ini petani hanya gunakan asam semu, ada juga tawas yang buat karet paling jelek kualitasnya,” ungkapnya.
Karena itu, Toni berharap agar para petani jangan berputus asa dan jangan monokultur mengandalkan karet saja. “Petani saya harap jangan putus asa dan jangan monokultur karena selain menanam karet, cobalah untuk menanam sayur yang lebih bagus. BUMD jalan, dan wacana Pak Gub untuk bentuk asosiasi petani karet juga sudah kita dengar karena karet kebanyakan milik warga, sama seperti lada,” terangnya.
Ditahun 2015 ini saja, menurut Toni, seluruh kabupaten memiliki karet dengan luas 100 hektar, dan  dari APBD tahun ini Ia tidak rekomendasikan pengadaan karet, tapi bijinya, Distanbunak Babel membeli 15.000 bibit karet untuk ditempatkan di Balai Benih, dan dari APBN ada rata-rata 100 hektar.
“Hampir seluruh kabupaten punya karet, rata-rata 100 hektar, dan saya juga ada beli bibit karet dari APBD untuk ditaroh di Balai Benih. Karena itu Saya pengen pengadaan bibit karet harus diawasi betul, baik dari sumber bibit harus kita kawal,” ujarnya seraya melanjutkan bibit karet yang unggul itu yakni PB260 INR 112 atau 118, yang tersedia di sumbawa, dan dipetani kita juga sudah ada. (eza)