Distanhut Pastikan di Luar Kawasan

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

MANGGAR – Pembuatan talud dan pengurukan tanah di tepi jalan raya Manggar-Kelapa Kampit, mendapat kritikan masyarakat. Pasalnya, di sepanjang kiri kanan jalan tersebut banyak tumbuh pohon mangrove alias bakau.
Dalam kolom sms pembaca yang terbit di harian Belitong Ekspres (Jawa Pos Grup) edisi Senin (38/9) kemarin, dengan jelas meminta Pemerintah daerah melakukan pengecekan status lahan kawasan. Berkemungkinan, masyarakat menilai kawasan tersebut masuk kawasan hutan lindung pantai.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) melalui Kepala Seksi Penataan Kawasan Hutan, Yono Haryono memastikan lahan dimaksud tidak berada dalam kawasan. Menurutnya, kawasan Hutan Lindung (HL), yang dinamai kawasan HL Burung Mandi memang berada di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga:  Pembangunan 2 Jembatan di Beltim Dipastikan Rampung Pada Tahun Ini

Namun, berdasarkan peta kawasan yang dimiliki Distanhut, wilayah hutan lindung berada dibentangan garis lurus di tepian aliran Sungai Manggar. Sehingga, vegetasi hutan mangrove di sepanjang sisi jalan tidak dapat dinyatakan sebagai kawasan hutan lindung.

“Kalau masih belum meyakini kebenarannya, kami akan lakukan pengecekan dan mengukur ulang. Tapi sepengetahuan kami, tidak masuk dalam kawasan hutan lindung,” terang Yono, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9) kemarin.

Ia juga mengatakan, beberapa bangunan rumah milik warga di tepi jalan sekitar jembatan Sungai Manggar tersebut memang diperkirakan masuk dalam kawasan. Hanya saja, pernah dilakukan upaya mengeluarkannya dari kawasan.

Baca Juga:  Kepala Pusbindiklatren Bappenas Sosialisasikan JFP dan Beasiswa

“Ya, kalau memang mereka membangun tidak dalam kawasan berarti tidak ada masalah,” ujarnya kembali.

Yono menyarankan agar setiap ada rencana pembangunan di sekitar daerah tersebut, sebaiknya menghubungi dinas terkait. Hal ini bertujuan untuk menghindari masuk dalam kawasan HL dan kawasan hutan lainnya.

“Mereka memang tidak pernah menghubungi kami. Mungkin sudah bertanya sana sini dan tidak masuk dalam kawasan. Contohnya kolam milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Beltim tepatnya di kawasan wisata Minapayau Desa Sukamandi Damar, yang berada tidak jauh dari situ, dan itu pun tidak masuk kawasan dan pihak DKP sebelumnya sudah berkoordinasi dengan kami,” tandasnya. (feb)

 

 

 

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: