Ditangkap Polisi, Junai Protes

by -

    PANGKALPINANG – Junaidi alias Junai (21), warga asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang tinggal di Kampung Melintang kota Pangkalpinang ditangkap Satuan Sabhara Polres Pangkalpinang, Selasa (23/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Ia diamankan karena tertangkap tangan membawa 30 ikat petasan cabe yang hendak dijual ke pedagang petasan di kawasan pusat perbelanjaan Ramayanan Pangkalpinang.
    Tertangkapnya Junai bermula saat Ia membawa petasan yang rencananya akan diecerkan ke pedagang kaki lima. Namun, gerak-geriknya kemudian ketahuan anggota Sabhara Polres Pangkalpinang yang sedang melakukan pengamanan di sekitar Pasar Pangkalpinang. Hingga kemudian Ia digiring ke Mapolres Pangkalpinang guna menjalani pemeriksaan.
    Kepada Radar Bangka, Junai yang mengaku baru berdagang petasan 1 minggu belakangan, merasa kecewa dengan tindakan aparat Polres Pangkalpinang lantaran hanya dirinya yang ditangkap. “Ini kenapa cuma saya yang ditangkap, kan sudah, jelas yang berjualan petasan di pasar ramayana banyak. Yang jadi pertanyaan kenapa saya saja ditangkap,” kata Junai.
    Ia juga menilai, polisi bekerja tebang pilih dalam penegakan hukum. “Kalau begini, polisi mengambil tindakan seperti pilih kasih saja, disitu kan sudah jelas yang berdang bukan hanya saya. Tapi hanya saya yang ditangkap,” ucapnya.
    Sementara itu, Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Raspandi saat dikonfirmasi membenarkan pengamanan yang dilakukan terhadap Junai.
“Benar kami telah mengamankan pelaku (Junai) berikut barang bukti 30 ikat petasan yang dipedagangkan pelaku di pasar ramayana,” kata Raspandi.
    Raspandi mengatakan, Polres Pangkalpinang akan melakukan razia serupa setiap dua hari sekali untuk memastikan tidak ada lagi yang berdagang petasan selama bulan Ramadhan. “Kita akan melakukan rajia rutin, sebelum bulan ramadhan berakhir. Karena petasan sangat berbahaya dan meresahkan warga yang sedang menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya. (Ode)