Ditpolair Cegat Pembalak Liar

by -

    PANGKALPINANG – Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Bangka Belitung (Babel) mencegat tiga orang yang melakukan pembalakan liar saat sedang memikul balok kayu dari hutan Celok, pinggir sungai di Desa Sungai Selan, Kamis malam (18/6).
    Kasi Penegakan Hukum Ditpolair Polda Babel, AKBP Adi Nugraha menjelaskan saat itu anggota Polair sedang melakukan patroli di sekitar aliran sungai di Desa Sungai Selan. “Saat itu anggota Polair sedang melakukan patroli melihat ada sesuatu yang mencurigakan di pinggir hutan, melihat tiga orang sedang memikul kayu olahan dari dalam hutan ke pinggir sungai,” papar Adi, Senin (22/6).
    Begitu didekati kata Adi, ternyata memang benar ketiga orang tersebut sedang mengeluarkan kayu olahan yang sudah berbentuk balok ukuran 7 x 12 cm sebanyak 108 batang dari dalam hutan. “Saat ditanya anggota Polair surat-suratnya, ketiga orang tersebut tidk bisa menunjukan surat resmi. Kemudian ketiga orang tersebut kita amankan, dengan barang bukti berupa 108 kayu menggeris olahan,” tuturnya.
    Dari pengungkapan tersebut tambah Adi, pihaknya melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengetahui siapa pemilik kayu tersebut. “Keesokan harinya kita meringkus pemilik kayu tersebut atas nama So, warga Desa Sungai Selan. Sekarang ini tersangka berupa barang bukti sudah diamankan di Mako Polair, untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.
    Adi menambahkan, untuk menentukan kubikasi (jumlah) balok tersebut, pihak Polair meminta bantuan dari ahlli kayu. Namun ia memperkirakan kayu yang diamankan itu sekitar 4 kubik. “Menurut pengakuan dari ketiga orang saksi yang memikul kayu olahan tersebut, mereka baru pertama kali melakukannya. Sementara tersangka So mengaku sudah berapa kali melakukannya, dan itu tergantung dari pesanan,” tukasnya.
    Masih kata Adi, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahuikayu-kayu olahan tersebut akan dibawa kemana. “Pelaku dikenakan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun,” pungkasnya. (cr62)