Dituntut 20 Tahun Penjara, Pencabul Anak Kandung Minta Keringanan

by -
Dituntut 20 Tahun Penjara, Pencabul Anak Kandung Minta Keringanan
Terdakwa Usmadi saat digiring menuju sel PN Tanjungpandan usai sidang kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Usmadi (37), terdakwa kasus persetubuhan anak kandung, meminta keringanan kepada majelis hakim saat sidang yang mengagendakan Pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, Kamis (7/1).

Menurut terdakwa, tuntutan JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung yang menuntut dia 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dinilai sangat memberatkan. Apalagi dirinya merupakan tulang punggung keluarga.

Selain itu, pria yang dahulunya bekerja sebagai nelayan ini mengakui perbuatannya. Serta sang anak bunga (bukan nama sebenarnya) telah memaafkan perbuatannya.

“Intinya kita meminta keringanan hukum. Kami membuat pledoi secara tertulis,” kata Usmadi kepada Belitong Ekspres usai persidangan yang digelar secara tertutup.

Sementara itu, Juru Bicara Pengadilan Negeri Tanjungpandan Andika Bhatara mengatakan, dalam sidang ini yang berangsung tertutup dengan dua agenda pledoi dan juga tanggapan dari JPU Kejari Belitung (replik).

Kata Andika, dalam persidangan tersebut terdakwa meminta keringanan. Namun tanggapan dari JPU Kejari Belitung Yuli Reda tetap kepada tuntutannya. Sedangkan terdakwa tetap kepada permohonannya. “Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda putusan dari Pengadilan Negeri Tanjungpandan,” katanya.

Sebelumnya, JPU Kejari Belitung menuntut maksimal terdakwa kasus persetubuhan anak kandung. Pria bernama Usmadi (37) dituntut penjara selama 20 tahun, serta denda sebesar Rp 1 miliar atau subsider enam bulan kurungan.

Sebab dia terbukti melanggar pasal yang didakwakan oleh Kejari Belitung. Yakni Pasal 81 Ayat 3, Juncto Pasal 76 D Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang perlindungan anak.

Tak hanya itu, terdakwa terbukti melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya sebanyak beberapa kali. Sehingga mengakibatkan korban (bunga,red) mengalami kehamilan hingga keguguran.

Dalam tuntutan itu, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman maksimal. Pertama, atas perbuatan Usmadi dapat merusak masa depan korban apalagi yang bersangkutan masih di bawah umur.

Kedua, terdakwa merupakan kepala keluarga (ayah kandung) yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi anak istri. Selain itu, perbuatan Usmadi melanggar norma kesusilaan dan agama.

Maka dari itu, JPU Kejari Belitung menuntut terdakwa Usmadi dengan hukuman penjara selama 20 tahun dan denda Rp 1 miliar. Atau subsider enam bulan kurungan. (kin)