Divonis Bebas, Amel: Saya Memaafkan dan Tidak Dendam

by -
Divonis Bebas, Amel: Saya Memaafkan dan Tidak Dendam
Syarifah Amelia menemui massa simpatisannya usai sidang putusan bebas di PN Tanjungpandan, Rabu (2/12).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan memvonis Syarifah Amelia (Amel) tidak bersalah dan bebas dari perkara tindak pidana pemilu Pilkada Beltim 2020. Majelis hakim membacakan amar putusan tersebut dalam sidang Rabu (2/12) petang kemarin.

Dalam sidang kemarin dipimpin Hakim Ketua Himelda Sidabalok dan didampingi Hakim Anggota Rino Adrian Wigunadi dan Anak Anak (AA) Niko Brama Putra. Hadir para pengacara hukum terdakwa, serta JPU Kejari Beltim Wawan Kurniawan dan Zayin.

Berdasarkan fakta persidangan, Majelis Hakim mempertimbangkan tuntutan jaksa yang dijatuhkan terhadap Amel. Pada kasus ini, wanita berhijab yang merupakan Ketua Tim Relawan BERAKAR dituntut jaksa dengan pidana denda sebesar Rp 6 juta.

Sebab, menurut jaksa dia terbukti melanggar Pasal 187 ayat 2 juncto Pasal 69 huruf C Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang.

Yakni berdasarkan keterangan saksi-saksi dan ahli yang dihadirkan dari JPU Kejari Beltim diterbukti menghasut, memfitnah dan mengadu domba. Yaitu, pada saat kampanye yang menyebut “Kalau Pilkada Belitung Timur bersih, maka yang menang nomor? Dijawab satu oleh para audiens yang mendengar.

Menurut Hakim Ketua Himelda Sidabalok, setelah mendengar keterangan saksi dan ahli, unsur ungkapan Amel saat orasi merupakan kampanye biasa. Sehingga dakwaan unsur menghasut, memfitnah dan mengadu domba tidak terpenuhi. Maka dari itu, menyatakan Syarifah Amelia binti Ahmad Satiri tidak terbukti bersalah.

“Terdakwa tidak terbukti bersalah, serta membebaskan saudari Amel dari tuntutan dan memulihkan nama baiknya, dan membebankan biaya perkara ini kepada negara,” tutup Himeda Sidabalok dengan mengetuk palu hakim.

Mendengar putusan hakim tersebut ratusan simpatisan Amel yang melihat secara live streaming YouTube Pengadilan Negeri Tanjungpandan langsung meneriakan takbir. Amel pun tak kuasa menahan air mata.

Sedangkan dalam putusan kemarin, JPU belum menyatakan sikap. Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Beltim langsung meninggalkan Pengadilan Negeri Tanjungpandan dan belum sempat diwawancarai wartawan.

Juru bicara Pengadilan Negeri Tanjungpandan Andika Bhatara mengatakan, dalam hal ini pihaknya memberikan tiga hak tanggapan atas putusan dari PN. Pertama menerima, kedua banding, ketiga pikir-pikir selama tiga hari. “Namun setelah sidang kemarin JPU belum menentukan haknya,” kata Andika kepada Belitong Ekspres usai sidang.

Setelah sidang petang kemarin, Amel langsung menemui ratusan massa yang berkumpul di depan Gedung Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Di hadapan massa simpatisannya dia langsung sujud syukur. “Alhamdulillah, Allahu Akbar,” ucap Amel.

Amel mengatakan, setelah terbukti tidak bersalah ia mengaku bersyukur dan meminta maaf kepada berbagai pihak. Seperti Majelis Hakim yang menggelar sidang hingga dini hari. “Kami juga meminta maaf kepada teman-teman yang berjuang demi keadilan,” kata Amel kepada wartawan.

Dia juga menegaskan, setelah putusan sidang dirinya tidak akan pernah dendam terhadap siapapun. Termasuk dari Bawaslu dan KPU mapupun pihak pelapor. “Saya memaafkan dan tidak ada dendam,” pungkas Amel.

Sementara itu, Pengacara Amel, Ali Nurdin mengaku lega dengan putusan hakim yang dianggap adil. “Setelah putusan ini kami meminta JPU tidak banding. Karena dalam pemilu bukan peran jaksa. Melainkan Bawaslu dan Gakkumdu,” kata Ali. (kin)