DKB Kecam Statement Wagub Soal Arak

by -

TANJUNGPANDAN-Pernyataan Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani di sejumlah media terkait minuman keras (Miras),Arak merupakan budaya sebagian masyarakat Babel, menuai protes dan kecaman.

Sejumlah kalangan masyarakat menilai pernyataan tersebut tidak layak dilontarkan oleh seorang pemimpin daerah yang terkesan melegalkan Miras Arak. Apalagi masyarakat melayu Babel yang sebagai besar menganut agama Islam, sudah jelas mengharamkan Miras jenis arak tersebut.

Salah satunya, protes keras dilayangkan Dewan Kesenian Belitong (DKB) atas statement Wagub yang cukup kontraversial tersebut. Melalui surat yang ditandatangani ketua DKB Akhlanudin mengecam dan menyatakan keberatan atas pernyataan orang nomor di Provinsi Babel itu.

“Seolah-olah Arak menjadi Budaya Bangka Belitung dan adalah tidak benar adat Melayu Serumpun Sebalai menjadikan Arak sebagai bagian dari budaya Melayu,” tulis Kang Dudung sapaan akrabnya,  seperti dikutip dalam isi surat yang dilayangkan, Jumat (24/4) kemarin.

Surat tersebut selain ditujukan kepada Wakil Gubernur Babel juga dilayangkan kepada DPRD Provinsi Babel, para Bupati di Bangka Belitung dan para Ketua DPRD Kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah media di Babel, memuat tanggapan positif Wagub atas Keputusan Menteri Perdagangan yang melarang penjualan minuman keras (Miras).

Namun menurut Wagub, di Bangka Belitung belum sepenuhnya bisa untuk bersih dari Miras. Sebab, Miras khususnya Arak masih menjadi budaya dan kebutuhan sebagian masyarakat di Bangka Belitung. (yud)