DKP Tolak Ganti Rugi Rp 2 Miliar

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Merasa Tak Bersalah Dalam Kasus Ini

TANJUNGPANDAN-Kuasa Hukum Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Belitung Timur Roniyus SH, angkat bicara mengenai gugatan yang diajukan pengacara nelayan Gunawan, tentang ganti rugi Rp 2 miliar ke DKP Beltim, lantaran ikan milik mereka (nelayan,red) sebanyak 10 ton busuk.
Menurutnya, yang harus disalahkan adalah pihak Polair Polres Beltim. Sebab, mereka yang mengamankan dan menyita barang-barang tersebut, yakni GPRS, HP dan Kapal yang berisikan ikan sebanyak kurang lebih 10 ton.
Roniyus membantah, jika selama penangkapan pihak DKP Beltim tidak perduli dengan ikan para nelayan tersebut. Dijelaskan Roniyus, selama beberapa hari diamankan kapal tersebut, DKP Beltim memberi bantuan kepada nelayan berupa Es Batu untuk mengawetkan ikan ini.
“Pihak DKP Beltim hanya bisa memberikan bantuan es batu itu, tapi tidak setiap hari. Kalau setiap hari, bisa bangkrut dong,” ujar Roniyus kepada Belitong Ekspres, Kamis (18/6) kemarin di Pengadilan Negeri Tanjungpandan.
Dikatakan Roniyus, DKP Beltim pernah menawarkan kepada nelayan untuk melelang ikan-ikannya. Setelah itu, uang dari hasil lelang tersebut dijadikan barang bukti. “Jika mereka memenangkan persidangan prapradilan ini, maka uangnya akan dikembalikan kepada para nelayan ini,” katanya.
“Namun, mereka menolak. Para nelayan ini mengatakan, biar pengacaranya yang mengatasi semua ini. Ya, kami selanjutkan kami tidak dapat berbuat apa-apa lagi,” sambung pria yang bertempat tinggal di Manggar ini.
Ketika ditanyai mengenai masalah DKP Beltim akan mengganti kerugian atas ikan yang busuk itu, Roniyus enggan berkomentar. “Kami masih mendiskusikan masalah ini dengan pihak DKP Beltim,” katanya.
Seperti yang diberitakan Belitong Ekspres, Kamis (18/6) kemarin, para nelayan melalui mengacaranya akan menuntut DKP Beltim dengan uang ganti rugi sebesar Rp 2 miliar. (kin)

Rate this article!
author

Author: