DKPP Tak Ingin Terima Kucing Dalam Karung

by -

*TPA Pilang Belum Diserahkan, BLHD Tak Komentar Banyak

TANJUNGPANDAN-Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pasar (DKPP) Kabupaten Belitung siap memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir Gunung Sadai (TPA Sadai), asalkan sudah ada penyerahan resmi dari Bupati. Selan itu, yang penting, saat penyerahan, taka da persoalan atau kasus seputar peralatan maupun asset-aset yang ada di TPA Sadai.
“Seandainya nanti diserahkan ke Dinas Kebersihan (DKPP,red), kami akan cek dulu. Jangan sampai menerima kucing dalam karung. Itu (TPA Sadai,Red) sudah tujuh tahun soalnya, karat keropos-kropos peralatanya. Pipa penyaring limbahnye masih fungsi gak? Mensin masih hidup gak? Jadi kalau mesin sudah tidak fungsi  otomatis dalam dua bulan bak penampung sampahnya  akan penuh juga (jika pengolah limbah,Red) tak berfungsi,” ujar Kabid Kebersihan DKPP Belitung kepada Belitong Ekspres, Selasa (11/8, di kantor DKPP.
Penegasan dari Sumarno ini menanggapi kritikan dari Wakil Ketua DPRD Belitung ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Isyak Meirobie yang meminta segera menonaktifkan TPA Pilang ke TPA Sadai. Seperti diberitakan, TPA Pilang dinilai sudah melanggar hukum, bahkan melanggar hak asasi. Hal tersebut ditegaskan Isyak Meirobie, kepada Belitong Ekspres, Minggu (9/8), tadi malam.
Isyak meminta kepada Pemda Kabupaten Belitung untuk merealisasikan penyerahkan TPA untuk mengganti yang saat ini berada di Pilang. Hal tersebut perlu dilakukan secepatnya, sebelum masyarakat sekitar mengambil tindakan.
“Kita sudah tahu, TPA Sadai selesai dibangun. Tapi, belum juga aset tersebut diserakan ke Pemda Kabupaten Belitung. Saat kami tanyai, jawaban SKPD selalu sama mengenai masalah ini (belum diserahkan,red),” ujar Isyak Meirobie.
Sumarno kembali menjelaskan, TPA Pilang Dukong  total luas sepuluh hektar dan masih sanggup menampung sampah empat sampai lima tahun mendatang.  “Kami sebagai dinas, yang ade sekarang di Pilang tetap kami masih perhatikanm,’’ kata dia.
Menurut dia, sampah tetap akan diolah jangan sampai terlalu menyolok baunya, tapi tetap masih jadi perhatian dinas. Sebab, TPA Pilang itu ade sepulah hektar, sehingga secara pengolahan sampah masih bisa memakan (menampung,Red) empat sampai lima tahun. “Itu (TPA Pilang,red) kan bekas TI kolong-kolong jadi didorong secara manual,” ujarnya.
Soal pengelolaan TPA Sadai,  Sumarno mengaku tak memiliki wewenang. Asalannya, sampai saat ini DKPP tak tahu menahu. Sebab,  dari awal sampai sekarang DKPP tak pernah tahu siapa yang membuat peoyek. “Kami tidak dilibatkan dan endak tahu berape luas lahan e,” ungkap Sumarno
Dia menerangkan, sistem pengolahan sampah di TPA Pilang Dukong masih manual. Memang dulu ada pengadaan alat berat, tapi gak jelas kemana barangnya itu sekarang. Meski demikian, apapun DKPP tetap siap mengelola sampah. Jadi, apabila Bupati Belitung menyerhakan TPA Gunung Sadai kepada DKPP, dinas siap.
Terpisah, Kepala Bidang Pemulihan Kualitas Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, Husin Semendawai mengatakan, memang untuk penyerahan ke DKPP belum dilakukan. Yang pasti, dia menegaskan, TPA Sadai jangan diartikan sempit sebagai tempat pembuangan akhir, tapi tempat pengolahan sampah akhir.(mg4)