DKPPKB Beltim Sepakat Bahwa Anak-Anak Rentan Tertular Covid-19

by -
DKPPKB Beltim Sepakat Bahwa Anak-Anak Rentan Tertular Covid-19
Foto ilustrasi jpnn.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Yulhaidir sepakat mengakui bahwa anak-anak rentan terhadap Covid-19. Menurut dia, anak usia balita hingga remaja harus dipastikan mendapatkan edukasi yang benar guna mencegah penularan.

“Ancaman serius (bagi anak), ancaman ini semua lini tanpa terkecuali. Jadi kalau bicara dari tataran kesehatan ya semua orang, anak balita, remaja termasuk lansia yang menjadi penguatan kita,” ungkap Yulhaidir, Kamis (28/5).

Yulhaidir memastikan perlunya kesesuaian instruksi regulasi yang ada berupa poin-poin supaya kebijakan dapat disesuaikan. Hal ini juga erat kaitan dengan antisipasi pasca covid seperti terjadinya gizi buruk maupun kesehatan anak lainnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyikapi bakal dibukanya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ada standar kesehatan yang harus dipatuhi jika sekolah-sekolah kembali beraktifitas.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dindik. Mau tidak mau harus diskusi dengan gugus tugas terkait protokoler untuk di sekolah karena menyangkut anak-anak mulai dari TK, Paud, SD dan SMP. Standar kesehatan melalui jejaring puskesmas akan melakukan sosialisasi tapi kami masih menunggu dulu terkait kapan mereka (sekolah) akan aktif dengan mekanisme yang ditawarkan dari dindik,” jelasnya.

Ia memastikan akan memperketat melalui protokol penanganan covid-19, termasuk hal-hal kecil sekalipun. Seperti ganti baju sepulang sekolah agar meminimalisir kemungkinan penularan.

“Kami tunggu dululah bagaimana kebijakan teknisnya seperti apa melalui gugus tugasnya dan akan dirapatkan kembali sambil kawan-kawan memperkuat,” janji Yulhaidir.

Selain itu, Dinas Kesehatan akan tetap memperkuat bidang P2P dan Binkesmas. Karena menyangkut terhadap promosi kesehatan selama pandemi dan seterusnya.

“Harapan kita bukan hanya peran guru-guru saja yang harus terstandar, mempersiapkan anak-anak sekolah pun harus dari awal,” kata Yulhaidir.

Ia menambahkan, bagi anak balita yang memerlukan imunisasi lengkap, Dinas Kesehatan telah mengarahkan petugas posyandu agar menerapkan sistem jemput bola.

“Sementara ini kita melakukan imunisasi di rumah-rumah, jemput bola karena belum melakukan status kita tanggap darurat. Kita akan tunggu regulasi, penerapannya seperti apa barulah akan masuk ke penanganan tata cara posyandu sesuai dengan protokol kesehatan,” sebutnya.

“Kami akan sosialisasikan ke kader dan pokja-pokja yang harus ikut menyampaikan, jangan sampai mereka tidak tahu. Itu nanti akan didata dibawah bidang Binkesmas urusan kesehatan ibu dan anak khususnya imunisasi dengan menekankan ke door to door,” pungkasnya. (msi)

Editor: Yudiansyah