DPD KNPI Beltim Dukung Laporan Rasis Pegiat Media Sosial Abu Janda

by -
DPD KNPI Beltim Dukung Laporan Rasis Pegiat Media Sosial Abu Janda
Pegiat Media Sosial Abu Janda (Foto jpnn)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – DPD KNPI Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mendukung penuh pelaporan terhadap pegiat media sosial Abu Janda, yang telah melakukan penghinaan dan perbuatan mengandung rasis di medsos.

Dukungan itu sesuai surat instruksi masalah kasus rasis di media sosial oleh Abu Janda yang diteruskan kepada seluruh Ketua DPD KNPI Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan se Indonesia.

Instruksi tersebut ditandatangani Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama dan Sekjen DPP KNPI, Jackson A.W Kumaat, tertanggal 28 Januari 2021.

“Pastinya kami secara organisasi, DPD itu memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil DPP KNPI pusat untuk melaporkan (pegiat sosial) Abu Janda terkait medsos yang mengandung rasis,” ujar Ketua DPD KNPI Kabupaten Beltin Nazirwan, Jum’at (1/29).

Menurut Nazirwan, pada dasarnya Ketua Umum DPP KNPI tidak menginginkan ada pembiaran terhadap penghinaan yang bernada rasis terhadap seseorang atau kelompok orang. Sebab hal ini dapat menimbulkan perpecahan dan merusak persatuan bangsa.

“Kita tidak menekan orang bermedia sosial tapi bermedia sosial yang baik dan benar. Ada aturan yang mengatur terkait dengan Undang-Undang ITE. Jangan sampai medsos dijadikan ajang untuk memecah belah pemuda,” kata Nazirwan.

Atas apa yang terjadi saat ini, Nazirwan masih yakin bahwa pihak kepolisian akan melakukan tindak lanjut yang dilaporkan Ketua Umum DPP KNPI. Namun apabila tidak direspon, kemungkinan akan ada langkah lain di kepengurusan tingkat DPD Provinsi, Kabupaten dan Kota guna menyikapi hal tersebut.

“Dari hasil komunukasi kami dengan DPD Provinsi memang kami menunggu arahan lebih lanjut terkait bentuk perintah tertulis. Jadi kami menunggu langkah, karena posisi laporan di pusat sudah diterima Bareskrim Polri, tapi apabila Bareskrim kedepan belum ada titik terang mungkin kami akan melakukan hal yamg sama (melaporkan ke kepolisian),” tutupnya. (msi)