DPR RI Serap Aspirasi di Belitung

by -

*Lakukan Kunjungan ke Lanud HAS Hanandjoeddin

TANJUNGPANDAN-Sejumlah anggota DPR RI menggunjungi Markas Lanud HAS Hanandjoeddin, Senin (27/7) kemarin. Kunjungan para wakil rakyat dari Pusat ini untuk membahas alutsista dan sarana prasarana kemiliteran di Lanud Tanjungpandan.
Lima anggota DPR RI hadir dalam kegiatan ini, yakni Marinus Gea, Martin Hutabarat, Rudianto Tjen, El Nino dan Alimin Abdullah. Selain itu, juga hadir Danrem 045 Garuda Jaya Kolonel Inf Murlim Mariadi, Danlanud HAS Hanandjoeddin Letkol Pnb Anag Heru Setyono.
Nampak hadir pula Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Hendra Kusuma, Bupati Belitung Sahani Saleh, Dandim 0414 Belitung Letkol Arh Marthen Verny Rorintulus. Pantauan Belitong Ekspres di lokasi terlihat, nampak para pejabat sipil dan militer iniĀ  antusias mengikuti kegiatan.
Dipaparkan beberapa aspirasi tiga angkatan TNI untuk memperkuat pertahanan dan pengamanan. Untuk itu, para anggota Komisi I DPR RI ini akan mengupayakan apa yang sudah mendesak untuk diperjuangkan ke Pusat.
Danrem mengusulkan agar dibuat rumah sakit militer di Pulau Bangka. Lantas, Danlunud memberikan wacana adanya pesawat tempur di Bangka Belitung. Sedangkan Danlanal meminta anggaran langsung turun melalui DPR RI tanpa harus melalui rekomendasi dari institusi militer setempat.
Anggota DPR RI dapil Babel, Rudianto Tjen mengatakan, Komisi I DPR RI dalam perjalanan kunjungan kerja selalu membawa aspirasi dari daerah ke pusat. Tentunya dengan target agar segera terealisasi apa yang dibutuhkan masyarakat di daerah. Menurut Rudianto, untuk tiga angkatan TNI di Babel, yakn TNI AD, TNI AU dan TNI AL akan diperjuangkan anggaran untuk memenuhi fasilitas yang masih kurang.
“Kita akan perjuangkan anggaran untuk dialokasi ke daerah tertentu. Untuk itu, kami usahakan di pusat melalui Menteri Pertahanan meminta dispensasi khusus untuk ini. Makanya kita pelajari dulu seperti apa,”ujarnya kepada wartawan usai kegiatan.
Sementara itu, ketua tim rombongan Alimin Abdullah mengatakan, TNI sudah sangat tertinggal sistem persenjataannya, sehingga perlu penambahan anggaran. Apalagi Babel dipercaya mampu melindungi ibukota Jakarta dari serangan.
“Kita lihat Babel ini daerah yang strategis menahan serangan sebelum sampai di Jakarta. Tapi kita lihat, untuk minimumnya saja baru 2019 tercapai. Jangankan pesawat tempur, persediaan bahan bakar saja tidak ada,”ujarnya.
Untuk itu, persoalan ini tidak bisa hanya sebatas pertemuan kecil ini sepeerti ini. pihaknya akan membahas dan mendalamai masalah ini. “Penggandaan bahan bakar utama sekali, kekosongan ini sesuatu yang kritis. Kita janji akan meningkatkan apa yang menjadi kebutuhan dan berhenti membeli alat hibah,” pungkasnya. (kin)