DPRD Babar Dukung Bentuk Depot Arsip

by -

MUNTOK – DPRD Kabupaten Bangka Barat mendukung pemerintah daerah setempat membentuk depot arsip yang baik dan informatif terkait kota tua Muntok. “Untuk mewujudkan rencana tersebut membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, kami dari DPRD kabupaten tetap akan mendukung dan dalam waktu dekat akan diterbitkan peraturan,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat Hendra Kurniady, Sabtu (7/11).
Dia mengatakan, Muntok merupakan bagian penting dari sejarah bangsa, kejayaan daerah penghasil timah dan lada nomor satu di dunia di masa lalu harus diketahui generasi muda saat ini. Dengan mengetahui kebesaran Muntok di masa lalu, diharapkannya bisa menjadi inspirasi generasi muda ikut berperan aktif dalam membangun peradaban Kota Muntok yang lebih baik. “Saat ini pemkab sedang berupaya mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi dan dokumen tentang Bangka Barat, khususnya Muntok untuk kemudian diarsipkan, bahkan penelusurannya hingga ke Belanda,” kata dia.
Langkah tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan pemkab dalam upaya mengembalikan kejayaan Muntok yang pernah menjadi salah satu kota pelabuhan besar. “Kami berikan apresiasi positif atas langkah tersebut, kami harapkan usaha yang sedang dilakukan pemkab mendapatkan dukungan dari seluruh pihak,” kata dia.
Saat ini delegasi Pemkab Bangka Barat melakukan kunjungan ke Negeri Belanda untuk menghadiri undangan Indonesian Diaspora Network di Belanda yang ingin membantu daerah dalam mengembangkan perencanaan pembangunan tata kelola kota tua Muntok. Menurut Kasubag Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat Dipa Pandu Putratama pada kunjungan ke Leiden University Libraries delegasi pemkab menemukan sebuah foto digital tentang Kota Muntok pada masa kolonial Belanda yang berjudul ‘Map of the island of Banka: compiled from remarks and materials collected during a journey through the island” yangdibuat di London oleh Thomas Horsfield pada tahun 1824.
Menurut dia, dokumen penting seperti itu dan arsip konvesional berupa surat atau peta masa lalu yang dibuat secara konvensional lalu dirangkai ulang dalam bentuk dokumen digital, banyak ditemukan di Perpustakaan Universitas Leiden. “Akses untuk beberapa dokumen penting tersebut dikenakan biaya guna penerbitan dokumen digital, namun hal tersebut harus disikapi pemerintah dengan bijaksana karena banyak dokumen penting yang ditemukan di tempat itu,” katanya.
Dalam kunjungan delegasi Pemkab Bangka Barat ke Belanda, menurut dia, Indonesian Diaspora Network The Netherlands menyatakan dukungan kepada Pemkab Bangka Barat untuk kepentingan riset dan pengembangan Kebudayaan di Muntok. “Mereka siap membantu dalam menerjemahkan arsip yang didapat di Belanda, karena beberapa dari arsip yang mungkin nanti ditemukan bisa saja berbahasa Belanda atau bahasa lainnya,” ujarnya.(ant/rb)