DPRD Belitung: Cabut Izin Agen LPG Nakal

by -
DPRD Belitung: Cabut Izin Agen LPG Nakal
Ribuan tabung LPG 3 Kg yang sempat menumpuk di salah satu agen gas di Kampung Parit Tanjungpandan.

belitongeksores.co.id, TANJUNGPANDAN – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani mendorong Pemerintah Daerah dan PT Pertamina wilayah IV Sumsel Babel untuk mencabut izin Agen LPG 3 Kg nakal dan melakukan penimbunan.

“Persoalan LPG 3 Kg bukan langka sebenarnya, namun karena ada salah satu agen atau non agen yang melakukan penimbunan. Sehingga hal itu membuat masyarakat menjadi susah,” kata Taufik Rizani kepada Belitong Ekspres, Senin (15/2) kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, Komisi II akan memanggil Bupati Belitung dan pihak pertamina untuk membahas serta menyikapi persoalan tersebut. Apalagi harga gas ini melebihi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebelumnya telah disepakati melalui Surat Keputusan Bupati Belitung.

“Kita minta Pemda serta pihak Pertamina untuk tidak lagi menggunakan agen yang menimbun LPG 3 Kg. Sebab ini sudah jelas, kelangkaan yang terjadi ini akibat ulah mereka,” tegas politisi PDIP Belitung ini.

Maka dari itu, tindakan tegas dan terukur harus berikan kepada agen gas nakal tersebut. Dengan mencabut izin mereka dan diganti dengan orang (agen,red) yang siap melayani masyarakat, bukan malah menyusahkan.

Menurut Taufik, sidak yang dilakukan oleh pihak Pertimana dirasa sudah tepat. Karena di salah satu lokasi ada indikasi penimbunan gas yang dilakukan oleh PT (agen) yang bersangkutan.

“Jelas ada indikasi penimbunan, kita lihat kapasitas dan mobil angkutnya bagaimana. Kemudian apakah betul-betul agen yang ambil dari pelabuhan siapa membawa. Telusuri benar-benar kalau kalau ini untuk kepentingan masyarakat,” sebutnya.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat kategori mampu maupun industri agar tidak menggunakan LPG subsidi ukuran 3 Kg hanya demi keuntungan semata. “Tolong kalau pihak yang tidak layak menggunakan gas 3 Kg jangan digunakan. Banyak industri yang menggunakan gas subsidi tersebut dan hanya mau untungnya saja,” tukasnya.

Sementara itu anggota komisi III DPRD Kabupaten Belitung Slypana juga mempertanyakan tabung gas itu sampai dibuang ke laut oleh salah satu perusahan (agen). Padahal tabung gas tersebut merupakan barang subsidi dari pemerintah.

“Alasannya karena kapal mau tenggelam saat membawa gas, ini merupakan satu keanehan. Sebab pemerintah sudah mengeluarkan izin dengan kapal yang standar dan layak untuk membawa gas. Dalam hal ini pengawasan yang dilakukan seperti apa, sehingga kapal dapat membawa gas melebihi kapasitas dari kapal itu sendiri,” tandasnya. (rez)