DPRD Beltim Pertanyakan Murahnya Harga Beli Timah

by -
DPRD Beltim Pertanyakan Murahnya Harga Beli Timah
Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Belitung Timur, Fezzi Uktolseja dan dihadiri sejumlah anggota DPRD.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – DPRD Belitung Timur (Beltim) mengadakan rapat bersama Kepala Unit PT Timah di Belitung, Kamis (23/4) kemarin. Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Belitung Timur, Fezzi Uktolseja dan dihadiri sejumlah anggota DPRD.

Agenda rapat membahas penurunan dan rendahnya harga beli di tingkat kolektor selama beberapa waktu terakhir. Selain itu, rapat juga membahas penyaluran CSR PT Timah bagi masyarakat di wilayah operasi.

Seusai rapat, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja kepada media menjelaskan rapat bersama PT Timah menjawab persoalan yang dihadapi penambang yakni keterlambatan pembayaran.

“Kendalanya adalah masalah pembayaran yang agak lama dari laporan kolektor. Pembayaran yang agak lama, otomatis perputaran uang di Beltim terhambat. Kami harapkan agar PT Timah sebagai BUMN terbesar di Babel bisa membantu secara ekonomi, salah satunya perputaran ekonomi di Beltim dengan mempercepat pembayaran,” ungkap Fezzi.

Dikatakan Fezzi, perwakilan PT Timah yang mengikuti rapat sudah memberikan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Selebihnya tinggal menunggu realisasi solusi yang disampaikan di dalam rapat.

“Tadi sudah disampaikan juga langkah-langkah yang bisa mempercepat antara lain cepat ngirim (bijih timah). Mudah-mudahan bayar cepat, cair ke kolektor cepat, perputaran ekonomi cepat. Sekarang karena terlambat, kolektor mungkin saja harga turun. Tapi kalau sudah (kirim) cepat naiklah sedikit,” ujar Fezzi.

Terkait penyaluran CSR, Fezzi meminta PT Timah menyegerakan. Apalagi masyarakat akan menghadapi bulan Ramadan dan situasi sulit karena penyebaran wabah Covid-19.

“CSR kepada masyarakat bisa secepatnya apalagi ini menyangkut bulan Ramadan. Kami minta segeralah, sebab selama ini kami belum dengar. Nah inilah saatnya timingnya. Untuk Beltim kalau untuk CSR sekitar Rp 2 miliar kepada masyarakat dan mudah-mudahan bisa disalurkan tepat kepada masyarakat dalam bentuk sembako dan APD,” harap Fezzi.

Sementara itu, Kepala Unit PT Timah di Belitung Anton Saputra menyatakan murahnya harga beli bijih timah penambang dipengaruhi harga komoditas tersebut secara global. Meski demikian, keluhan kolektor yang terlambat menerima pembayaran dari PT Timah akan dilakukan percepatan.

“Solusi untuk harga, memang harga dunia sedang turun. Solusi kita akan lakukan percepatan kegiatan. Yang jadi masalah kan pembayaran 100 persen. Memang kita kemarin sudah melakukan pembayaran beberapa termin,” ujar Anton.

Anton menambahkan, pengiriman bijih timah ke pusat-pusat pengolahan akan dilakukan secepat mungkin. Targetnya pengiriman biji timah yang jadi stok di Belitung sesegera mungkin ke Kundur dan Mentok.

“Kita upayakan masih memenuhi target untuk bulan-bulan ini. Kita targetkan semaksimal mungkin. Memang ada penurunan, tapi target yang bisa kita capai akan kita capai,” tutup Anton. (msi)

Editor: Yudiansyah