DPRD dan MUI Belitung Sepakat THM Ditutup Selama Ramadan

by -
DPRD dan MUI Belitung Sepakat THM Ditutup Selama Ramadan
Suasana rapat dengar pendapat di DPRD Belitung Senin (5/4).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung sepakat agar aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) ditutup selama Bulan Suci Ramadan 1442 H.

“Kami bersama MUI Belitung berharap pemerintah daerah dapat menutup beroperasinya THM selama bulan suci Ramadhan,” kata Ketua Komisi III DPRD Belitung Mahyudin kepada Belitong Ekspres usai rapat dengar pendapat (RDP) Senin (5/4).

RDP diadakan sekaligus silaturahmi bersama MUI Kabupaten Belitung. DPRD Belitung akan melayangkan surat kepada Pemerintah Daerah terkait hasil dan kesepakatan dalam RDP tersebut.

“Kita akan menunggu kebijakan Pemerintah Daerah Belitung seperti apa nantinya. Namun kami dengan MUI sudah sepakat agar THM ditutup selama bulan suci Ramadhan,” tegas Mahyudin.

Wakil Ketua Komisi III Indrianto menambahkan, mengingat sama sepeti tahun sebelumnya maka THM harus ditutup selama bulan Ramadan. “Apa lagi dengan kondisi pandemi saat ini saya rasa tidak masalah kalau THM ditutup selama bulan Ramadhan termasuk juga panti pijat, karaoke. Kita tidak hanya mendorong tetapi mendukung sekali agar THM ditutup,” katanya Politisi Partai Golkar tersebut.

Senada di katakan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Junadi Derani. Dirinya juga sangat mendukung agar THM dan sejumlah tempat hiburan lainnya untuk di tutup selama bulan Ramadhan.

Menurut ketua Fraksi Partai Hanura tersebut, penutupan THM dimaksudkan untuk menjaga kesucian bulan Ramadan, sehingga tidak dinodai dengan hal-hal yang kotor dan tidak diinginkan.

“Karena memang setiap tahunnya THM ditutup ketika bulan suci Ramadan. Kami harapkan tahun ini juga sama seperti tahun-tahun sebelumnya karena kita harus saling menghormati umat Islam yang akan menjalani ibadah di bulan suci ramadan,” tutupnya.

Sementara itu Sekretaris MUI Kabupaten Belitung, Ramansyah berharap hal yang sama. Dia mendorong pemerintah daerah agar menutup beroperasinya THM di wilayah Belitung selama bulan suci Ramadan.

“Kami juga ingin tahun ini jangan ada semacam alasan dari pelaku usaha THM dalam konteks ekonomi, THR lebaran dan lain-lain. Sehingga menodai bulan suci ramadan. Jadi tolong hargailah satu bulan ini karena sebelumnya sudah beroperasi sepanjang tahun dan mendapatkan keuntungan,” pintanya.

Ia menambahkan, selain THM dirinya juga meminta pemerintah daerah menertibkan panti pijat, tempat karoke yang berkedok rumah makan. Serta warung-warung kecil yang menjual minuman keras menjelang bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. “Jadi yang legal atau ilegal serta terdata atau tidak terdata kami minta pemerintah daerah dapat menutupnya demi menghormati bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah,” tegasnya. (rez)