DPRD Dukung Pengalihan Rute Truk Tambang

by -

*Sejalan dengan Operasionalisasi Pelabuhan Tanjung Batu

foto A -truk dalai- dum  (1)

Foto A: dok/be
Salah satu truk pasir yang hendak menuju Pelabuhan Tanjungpandan.

TANJUNGPANDAN-Gayung bersambut. Keputusan Pemerintah Kabupaten Belitung untuk mengalihkan rute truk material tambang dari Pelabuhan Tanjungpandan ke arah Pelabuhan Tanjung Batu mendapat dukungan dari DPRD Belitung. Dukungan itu seperti disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani dan Wakil Ketua DPRD Isyak Meirobie.
Taufik menyatakan DPRD memberi dukungan penuh pengalihan rute seluruh mobil truk material tambang ke Pelabuhan Tanjung Batu. Sebab, pada prinsipnya rencana tersebut sejalan dengan keinginan pemerintah mengoperasikan Pelabuhan Tanjung Batu. “Aktivitas tidak lagi berada di Kota Tanjungpandan. Semua truk tidak boleh lagi,” kata Taufik, ditemui usai rapat di Kantor Bupati, Selasa (18/8) kemarin.
Bahkan, lanjut Taufik,  KSOP Syambandar, tidak lagi berkantor di Tanjungpandan, semua sudah pindah ke Pelabuhan Tanjung Batu. Karena itu, politisi PDIP ini  meminta kepada pemerintah daerah segera melakukan sosialisasi kepada pengusaha. Tentunya hal itu sebelum dikeluarkannya sebuah produk hukum peraturan bupati. “Sosialisasi dulu sebelum peraturan bupati sosial,” tukasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Isyak Meirobie mengatakan, operasional Tanjung Batu
sejalan dengan diresmikannya Pelabuhan Tanjung Batu. Untuk itu, segala sesuatu terkait operasionalnya harus segera direalisasikan mengingat waktu yang diberikan Presiden Jokowi sebagai sebuah tantangan sekaligus harapan bagi Belitung untuk menjadikan pelabuhan ini sebagai pintu gerbang kemajuan daerah.
“seiring operasional pelabuhan tersebut,  maka perlu segera dibuat aturan dan sosialisasi terkait tata kelola infrastruktur kepelabuhanan melalui BUP (Badan Umum Pelayanan) yg akan bekerjasama dengan BUMD Belitung,’’ ujar Ketua DPD Partai Nasdem Belitung itu.
Kerjasama itu, lanjut dia, tentunya terkait crane, bunker air, BBM dan banyak lagi. Dan yang penting juga adalah sistem bongkar muat dan tranportasi distribusinya harus diatur dengan sangat baik. “Seperti dimulainya pengalihan truk pengangkut hasil tambang ke jalur Tanjung Batu. Kebijakan ini sangat seirama dengan masa depan Belitung yang harus konsisten menjadikan Belitung sebagai tujuan wisata. Karena  itu, sudah tidak cocok apabila pusat kota dilalui truk hasil tambang,’’ paparnya.
Lebih lanjut diterangkan, pengalihan ini sepatutnya dilaksanakan. Se utk mendukung dimulainya operasional pelabuhan baru, ini juga sebagai bagian dari membangun kawasan ekonomi baru. Jadi, Desa Pegantungan dan sekitarnya tentu akan merasakan dampak ekonomi tersebut secara positif.
Dampak positif lainnya, masyarakat kota juga akan merasa lebih nyaman dari angkutan hasil tambang. Apalagi, ini menyangkut antisipasi menjaga proyeksi padatnya kendaraan di jalur kota dan sekitarnya.
“Di balik ini semua saya meminta satuan kerja dan otoritas terkait untuk mempersiapkan dukungan agar pengalihan pelabuhan jangan sampai menimbulkan tingginya biaya operasional transportasi distribusi dan bongkar muat. Apalagi sampai menimbulkan tenaga kerja menjadi tidak teralihkan dengan baik. termasuk tim pengendalian inflasi daerah harus siap melancarkan transportasi ini agar jangan menciptakan kenaikan harga akibat beban jarak di pelabuhan baru dengan tempat tujuan distribusi,’’ pungkasnya.(ade/agu)