DPRD Impikan Sebuah Pelabuhan Besar

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Harapan di Momentum Hari Jadi Beltim ke 12
MANGGAR – Momentum hari jadi ke-12 kabupaten Belitung Timur (Beltim) yang jatuh pada 27 Januari lalu, membuat sejumlah kalangan juga mempunyai harapan besar kedepannya. Pemerataan pembangunan di semua daerah merupakan harapan mereka secara umum.

Harapan besar ini salah satunya disampaikan anggota DPRD Beltim, Rohalba yang mengakui Beltim masih banyak memerlukan suatu pembangunan yang sangat diharapkan. Ini ditandai dengan masih lemahnya pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan dan air sebagai sumber kehidupan masyarakat. Belum lagi yang menyangkut tentang ekonomi masyarakat pasca tambang, ujarnya saat berbincang dengan harian ini Rabu (28/1) diruang kerjanya.
Rohalba, yang juga merupakan Anggota Komisi II DPRD Beltim, mengatakan Beltim kini harus memiliki pintu masuk perekonomian. Pintu masuk yang dimaksud adalah pelabuhan skala besar untuk pertumbuhan industri, perdagangan, dan perkembangan perekonomian.

“Pelabuhan dalam aktivitasnya mempunyai peran penting dan strategis untuk pertumbuhan industri dan perdagangan, serta merupakan sektor usaha yang dapat memberikan kontribusi cukup besar bagi pembangunan nasional, khususnya untuk kabupaten Beltim,” terang politis Perempuan dari PKS tersebut.

Baca Juga:  Camat Manggar Berikan Total Rp25 Juta ke Pemenang STQ

Pada dasarnya, menurut Rohalba, pelayanan yang diberikan oleh pelabuhan adalah pelayanan terhadap kapal dan pelayanan terhadap muatan (barang dan penumpang). Secara teoritis, sebagai bagian dari mata rantai transportasi laut, fungsi pelabuhan adalah tempat pertemuan (interface) dua moda (kendaraan, red) angkutan atau lebih, serta pertemuan berbagai kepentingan yang saling terkait.
Barang yang diangkut dengan kapal akan dibongkar dan dipindahkan ke moda lain, seperti moda darat (mobil). Sebaliknya barang yang diangkut dengan moda darat (mobil) ke pelabuhan akan dimuat lagi ke kapal. Oleh sebab itu berbagai kepentingan saling bertemu di pelabuhan, seperti perbankan, perusahaan pelayaran, bea cukai, imigrasi, karantina, syahbandar dan pusat kegiatan lainnya, jelasnya.

Atas dasar inilah dapat dikatakan bahwa pelabuhan sebagai salah satu infrastruktur penting dalam hal transportasi, yang dapat membangkitkan kegiatan perekonomian suatu wilayah, karena merupakan bagian mata rantai dari sistem transportasi maupun logistik.

“Kita ketahui kota Manggar sebenarnya juga pelabuhan saat ini yakni pelabuhan ASDP Manggar, namun nyatanya kapal Roro yang pernah melakukan pelayaran penumpang Ketapang-Manggar pun hingga kini tak lagi terlaksanakan bahkan penggantinya pun hingga kini tak ada. Bahkan pengerukan alur selama ini juga belum terealisasi, dengan berbagai alasan yang ada,” tandas Rohalba.

Baca Juga:  Pengurus MUI Beltim 2019-2025 Dikukuhkan

Ia menegaskan dimana pun tempat pelabuhan nantinya tidak masalah yang penting bisa terakses, tanpa terkendala alur dan lainnya, yang pasti diwilayah kabupaten Beltim. Untuk itu Komisi II DPRD Beltim yang juga berperan mengurusi bidang dan permasalahan ini, dalam waktu dekat akan mendatangi Kementerian terkait untuk membahas masalah pelabuhan yang diharapkan masyarakat Beltim selama ini.

“Tentunya kita inginkan Beltim kedepan ada suatu pelabuhan skala besar, dengan adanya pelabuhan tentu kita punya pintu masuk untuk pertumbuhan industri, perdagangan, dan perkembangan perekonomian,” harapnya.

Dengan program Presiden yang baru ini, tentang kemaritiman sudah menampakkan titik terang dan tingkat kesadaran yang baik. Oleh karena itu, pemerintah (Pusat dan Daerah) harus mengambil langkah yang cepat dan tepat untuk memperbaiki masalah yang serius ini. Sebab dari tahun ke tahun, belum ada perbaikan yang signifikan terhadap pengelolaan pelabuhan. yang pastinya memiliki potensi dan manfaat yang luar biasa jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. (feb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: