DPRD Minta Tambah Tenaga Teknis Rujukan di Jakarta

by -

MANGGAR – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mendesak Pemerintah Kabupaten Beltim untuk menambah tenaga teknis khusus penanganan pasien rujukan ke rumah sakit di Jakarta. Sebab, pasien yang dirujuk ke rumah sakit di Jakarta selalu mengeluh karena selalu diantrikan dengan pasien pasien lainnya.

 

Desakan tersebut disampaikan, anggota komisi III DPRD Beltim, Suyuti saat rapat paripurna XXIX masa persidangan III tahun 2015, untuk mendengarkan pidato Bupati terkait jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi di DPRD Beltim, Rabu (11/11) kemarin.

 

“Nah agar ini bisa dilakukan dengan baik, kami berharap kiranya pemkab Beltim bisa menambah satu atau dua tenaga medis yang ditempatkan di Jakarta untuk difasilitasi mengurus dan lebih cepat untuk mengkomunikasikan antara pasien dan pihak rumah sakit rujukan di Jakarta. Agar ini dengan cepat bisa di tangani,” ungkap pria yang akrab disapa Uting anggota fraksi PBB.

 

Sebelumnya, fraksi PBB juga mempertanyakan terkait masalah penanganan pasien rujukan ke rumah sakit di Jakarta, yang selalu dalam posisi mengantri dan kesulitan dalam melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit rujukan di Jakarta.

 

“Saat ini hanya ada satu orang tenaga teknis yang bekerja menghubungkan kepihak rumah sakit rujukan di Jakarta. Maka dari itu lah pasien yang dirujuk ke Jakarta selalu antri dari pasien pasien lainnya di Jakarta, karena pasien yang dikirim ke rumah sakit rujukan di Jakarta biasanya lebih dari satu orang,” paparnya.

 

Tak hanya Uting, Wakil Ketua DPRD Beltim, Yohendra pun menyatakan hal senada. Pihaknya juga meminta Pemda ke depan bisa menambahkan tenaga medis yang ada di Jakarta. Agar segala penanganan pasien ke rumah sakit rujukan di Jakarta bisa dengan cepat ditangani.

 

“Saya pun berpendapat kepada pihak Pemda agar ke depan bisa menambah satu atau dua orang yang ditempatkan di Jakarta khusus penanganan pasien yang akan di rujuk ke rumah sakit Jakarta. Dengan demikian penanganan dan hubungan ke rumah sakit rujukan di Jakarta akan berjalan dengan baik dan secepat mungkin, jangan sampai pasien yang sakit akan bertambah sakit,” kata Yohendra.

 

Mananggapi hal tersebut, Pj.Bupati Beltim, H Hardi menyetujui akan menambahkan tenaga teknis yang akan ditugaskan ke Jakarta demi penanganan pasien rawat jalan tingkat lanjutan. Hardi akan memanggil pihak terkait untuk segera menindak lanjuti dan akan sekaligus membuat formatnya.

 

“Jika perlu nanti akan kita agendakan guna pembahasan khusus bagaimana memformatisi rujukan rujukan. Sehingga tidak menyusahkan pasien dan masyarakat kita di sana, dan bisa menyelamatkan masyarakat kita,” tukas Hardi.

 

Menurut Hardi sesuai dengan peraturan Menteri kesehatan nomor 71 tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada jaminan kesehatan nasional. Pada bab I Ketentuan umum pasal 1 ayat (9) bahwa pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan adalah upaya pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub spesialistik yang meliputi rawat jalan lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan dan rawat inap diruang perawatan khusus.

“Sejauh ini Pemda melalui dinas terkait juga sudah melakukan upaya pendampingan pasien oleh petugas kesehatan untuk pasien rawat inap dan optimalisasi pelayanan RSUD dengan melengkapi tenaga medis spesialistik. Sehingga dapat meminimalkan angka rujukan serta membangun jejaring yang dapat menjadi fasilitator pasien dirumah sakit rujukan,” pungkas Hardi (feb)