DPRD Minta THM Tutup Total

by -

*Selama Bulan Ramadhan

MANGGAR-Menjelang Bulan Ramadan, Fraksi PBB DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim), melalui Juru bicara Ketua Fraksi PBB, Koko Haryanto menyarankan kepada Pemda Beltim, agar selama bulan suci Ramadhan menutup Tempat Hiburan Malam (THM) secara Total.

Menurut Koko, ketentuan itu merupakan komitmen Fraksi PBB yang secara terus menerus untuk mensyiarkan amar makruf nahi munkar.  “Sikap Kami terhadap THM dari dulu tetap sama, dan Kami minta ditutup total selama bulan Ramadhan. Bahkan, dalam momen ibadah Puasa ini, Pemda mesti lakukan evaluasi keberadaannya,” ungkap Koko kepada Belitong Ekspres, Senin (23/5) kemarin.

Koko menambahkan, Ini sebagai upaya agar pelaksanaan Ibadah Ramadhan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya bagi umat Muslim. “Kita bukan saja memberi penghormatan kepada yang menjalankan, Namun lebih dari itu, tempat-tempat hiburan malam mesti ikut ditertibkan. Saya beberapa waktu lalu mendapat pengaduan dari seseorang yang memiliki keluarga yang bekerja di tempat hiburan malam, ia meminta tolong agar THM ditutup selama Ramadhan, karena saudaranya yang bekerja di THM di wilayah Beltim berniat kembali ke Kampung halamannya, dan tidak bersedia bekerja lagi disana (THM, red),” ujarnya.

Namun demikian, dikatakan Koko, informasi yang ia dapat, bahwa ada Pemilik THM melarang pekerja tersebut meninggalkan tempat usahanya sebelum membayar denda.

“Kami berpikiran bahwa THM semacam ini sudah tidak layak dibuka, karena sudah mengeksploitasi hak-hak pekerja. Karena itu, Fraksi kami meminta ini untuk disikapi dan ditertibkan bila ditemukan terjadi pelanggaran hukum,” terang Koko.

‎Masih disampaikan Koko, konsep hiburan malam mesti mendukung iklim investasi kepariwisataan, bukan menimbulkan keresahan baru yang tidak ada kaitannya dengan pengembangan wisata daaerah. Keberadaan THM mesti sejalan dengan Visi dan Misi Pemerintah daerah untuk menyemarakkan suasana malam di Beltim, bukan malah sebaliknya.

“Kita mesti menindak sirkulasi peredaran miras yang cukup meresahkan di daerah, Tanpa aturan hukum dan prosedur salah satunya di Kawasan THM, bagaimana kegiatan kepariwisataan di malam hari yang memungkinkan wisatawan bisa menginap di Beltim, tentunya bukan dengan THM yang menimbulkan masalah sosial kemasyarakatan, Dan Ini mesti dilakukan pembinaan sehingga sejalan dengan nilai-nilai agama dan budaya kita,” tuntas Koko. (feb)