DPRD Pertanyakan Kerja Tim Pemantau BBM

by -

*Polisi Terus Kembangkan Kasus Penyelundupan BBM

TANJUNGPANDAN-Terjadinya tindak penyelundupan minyak tanah subsidi sebanyk 234 jerigen 20-an liter dari Pulau Belitung menuju Pongok Bangka Selatan, sangat disesalkan oleh Wakil Ketua DPRD Belitung Isyak Meirobie. Aksi penyelundupan ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan dan pemantauan penyaluran BBM subsidi ke masyarakat.
“Saya melihat Pemerintah Kabupaten Belitung kurang mengoptimalkan tim pemantau distribusi BBM. Ini tentu sangat disayangkan,’’ ujar Isyak Meirobie, kepada Belitong Ekspres, Selasa (1/9) kemarin.
Dikatakan Isyak Meirobie, peran pemerintah harus optimal dalam masalah subsidi untuk masyarakat miskin atau masyarakat tidak mampu. Sebab, mereka yang mengetahui pendataan hingga pelaksanaan di lapangan, seperti pembagian kupon subsidi minyak tanah bagi masyarakat Belitung.
“Tim pemantau distribusi BBM yang dibentuk pemda ini harus dioptimalkan. Karena, mereka yang tahu dari pendaftaran sampai pelaksanaan, diyakini ada kupon yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
“Misalnya, salah satu warga mendapat jatah subsidi minyak tanah, namun dia di rumahnya memakai gas elpiji, maka minyak ini dijual ke orang. Maka dari itu, saya meminta kepada masyarakat yang sudah memakai elpiji,  jangan memakai hak rakyat yang menggunakan minyak tanah,” ingatnya.
Dijelaskan Isyak, ketika penerima kupon yang sudah merasa mapan dan tidak lagi menggunakan minyak tanah harus diawasi pemanfaatannya. “Apakah kupon yang tak bertuan ini dimanfaatkan oknum-oknum yang mencari keuntungan demi dirinya sendiri. Pemerintah mengangggarkan untuk subsidi minyak tanah ini tak sedikit dalam setahun, jadi harus kena sasaran,” jelas Isyak.
Isyak mendesak kepada Pemerintah harus mempercepat konversi minyak tanah ke gas tiga kilogram. Apalagi memasuki akhir tahun 2015, Isyak menilai Belitung sudah saatnya mempergunakan gas.  Sebab, pembagian minyak tanah tidak manusiawi, karena harus mengantri dan terkesan lama serta memakan waktu sehingga tidak efisien.
Isyak meminta kepada pihak kepolisian memberikan hukuman seberat-beratnya, kepada oknum-oknum yang sengaja menyelewengkan minyak tanah ini. “Tindak sesuai dengan aturan, agar mereka tidak melakukan hal yang serupa,”pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Chandra Matta Rohanyah seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pengembangan kasus penyelundupan minyak tanah.
“Saya belum bisa berkomentar banyak. Biar Tim kami yang bekerja dulu. Setelah itu, kita akan sampaikan hasilnya. Intinya saat ini, masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim kepada Belitong Ekspres.(kin)