DPRD Ragukan Transfer Mahasiswa (YAN)

*Pemda Diminta Lebih Transparan Soal MoU dengan PT

MANGGAR-DPRD Belitung Timur nampaknya masih meragukan langkah Dinas Dinas Pendidikan Belitung Timur tekait transfer mantan mahasiswa Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) asal Beltim yang terpaksa berhenti kuliah. Sebab, DPRD menilai tak semudah mentrasnfer kredit dari Perguruan Tinggi Swasta ke PT Negeri.

“Tidak mudah menstrafer dari PT swasta, apalagi non aktif dan dibekukan ke PT Negeri,’’ kritik Anggota Komisi I DPRD Beltim Koko Haryanto.

iklan swissbell

‎Koko berpendapat, bahwa pengalihan atau transfer kredit perkuliahan (SKS-Satuan Kredit Semester) hanya akan diterima oleh Universitas Negeri melalui kampus yang diakui kreditnya, dan bukan kampus yang bermasalah.  “Alih kredit bisa saja dilakukan ke kampus negeri asalkan kampus yang bersangkutan diakui oleh Kopertis dan Dirjen Dikti (,” ujar Koko, saat dikonfirmasikan harian ini, Selasa (3/11) kemarin.

Ia menilai, apabila Kampus Negeri menerima mahasiswa asal kampus yang belum jelas legalitasnya, maka dunia pendidikan tinggi akan mengalami kerugian dan kehilangan wibawa.

‎”Saya memang berharap mereka (mahasiswa yang dipulangkan,Red) dapat terus melanjutkan kuliah. Pendidikan itu penting, mereka harus terus kuliah. Hanya saja jangan sampai pemerintah daerah memberikan harapan yang belum jelas. Berikan informasi yang sebenarnya, jangan sampai hanya ingin memberikan harapan sekedar menyelamatkan muka pemimpin terdahulu,” ucap Koko dengan nada sedikit kesal.

Baca Juga:  Ramadan, Pakuda Belitong Gelar Bukber dan Bagi-Bagi Takjil Gratis

Menurut politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, yang menjadi permasalahan hukum akibat gagalnya kerjasama dengan Yayasan Aldiana adalah menyangkut dana hibah yang telah digelontorkan dari dana APBD sebesar kurang lebih Rp. 1 milyar. “Ini yang harus kita clear-kan (jelaskan,Red) dulu. Bagaimana dana itu, apakah akan diserahkan kembali ke daerah atau gimana dan berapa persen besar jumlah pengembaliannya?” tanya Koko.

Koko juga mewanti-wanti jangan sampai urusan beasiswa menjadi permasalahan hukum di kemudian hari. Sebab, sudah banyak daerah atau kepala daerah yang tersandung hukum menyangkut penyaluran dana hibah. “Saya mengapresiasi pemerintah daerah sekarang ini, bila masalah ini dapat segera diselesaikan dengan baik,” janji Koko.

‎Berkaitan dengan memorandum of understanding (MoU-nota kesepahaman) yang pernah dibuat Pemda Beltim dengan UNJ, pemerintah daerah juga harus transparan. Pasalnya, jika memang memiliki kerjasama, maka alih kredit atau mahasiswa pindahan ke kampus negeri tersebut termasuk dalam kesepakatan. Terutama terkait rekrutmen kampus negeri memiliki standar dan prosedur melalui tes masuk yang terbuka.

“Bila benar ada MoU itu, kenapa tidak dari awal Pemkab Beltim memberikan beasiswa langsung ke kampus UNJ, bukan ke Aldiana Nusantara. Oleh karena itu, maka ke depan kerjasama bidang pendidikan ini harus diperbaiki, jangan sampai putra-putri Beltim menjadi korban,” tegasnya.

Baca Juga:  Pasangan Asal Beltim Kepergok di Penginapan

“Mestinya mereka mendapatkan hak yang benar-benar sesuai dengan harapan, kalau sudah seperti ini apa boleh buat, kita harus berjuang menyelamatkan masa depan mereka,” tutup Koko.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib 26 orang mahasiswa asal Belitung Timur (Beltim), yang sempat dipulangkan karena menjadi korban perguruan tinggi abal-abal dan dibekukan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), kini mulai terang. Sebab, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan memastikan mereka bisa kuliah lagi tahun 2016 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Beltim Hartoyo mengatakan, pihaknya telah melakukan penjajakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Univeritas Tanri Abeng (UTA) Jakarta. “Yah akhirnya ibarat sengsara membawa nikmat, mengapa Saya katakan demikian? Karena dari 26 mahasiswa yang sempat kuliah di perguruan tinggi YAN tersebut akan dialihkan ke perguruan tinggi Negeri. Setelah Saya dan pihak Dindik Beltim menjajaki,’’ ujar Hartoyo kepada BE, Selasa (27/10), kemarin.

Menurut dia, 26 mahasiswa tersebut dengan rincian 12 orang sesuai jurusan mereka akan kuliah di Tantri Abeng University (TAU). Lantas, yang 14 orang lainnya akan kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). (feb)

 

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: