DPRD Sanggah Tudingan LAKI

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Taufik: Kunker dan Bimtek Ada Relevansinya

TANJUNGPANDAN-Merasa dapat kritikan tajam dari Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Bangka Belitung soal kegiatan bimbingan teknis (bimtek) DPRD yang dinilai memboroskan anggaran, sejumlah anggota DPRD termasuk Ketua DPRD Taufik Rizani angkat bicara. Taufik memberikan klarifikasi sekaligus sanggahan atas tudingan-tudingan yang diarahkan ke lembaga wakil rakyat tersebut.
Taufik menegaskan, kunjungan kerja para anggota DPRD dalam rangka bimtek ke Yogyakarta merupakan salah satu bentuk peningkatan kapasitas pengetahuan bagi para anggota DPRD. “Dan itu (bimtek,Red) sudah dianggarkan dan diatur dalam tata tertib DPRD. Bahkan, dalam setahun bimtek dilaksanakan sebanyak delapan kali. Termasuk itu hak mereka (para anggota dewan,red) juga untuk mau melaksanakannya atau tidak,” jelas Taufik kepada Belitong Ekspres, Selasa (5/5), kemarin.
Seperti diberitakan BE sebelumnya, para wakil rakyat Belitung kembali menggelar kunjungan kerja ke luar daerah. Padahal, masih banyak urusan dan kepentingan masyarakat Belitung yang menumpuk dan belum terselesaikan secara tuntas. Demikian kritikan cukup tajam dilontarkan anggota Lembaga Anti Korupsi (LAKI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Belitung, Rachman HS. Rahman menilai, keberangkatan hampir seluruh anggota DPRD Belitung itu terkesan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat dan sekadar plesiran alias jalan-jalan.
“Ironisnya, pasca kunjungan kerja dari luar daerah pun tak pernah terdengar ada semacam hasil laporan pertanggungjawaban kepada masyarakat,” ungkapnya kepada Belitong Ekspres Sabtu (2/5) malam.
Taufik kembali menjelaskan, selain hak dari anggota DPRD, alasan mendasar lainnya, para anggota DPRD sebanyak 75 persennya merupakan anggota baru. Dengan begitu, mereka harus mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang berkaitan dengan tupoksinya (tugas pokok dan fungsi).
“Ini (tudingan LAKI,Red) perlu saya klarifikasi kembali. Bahwa pertanggungjawaban bimtek (hasil kunjungan kerja,Red) bukanlah kepada masyarakat. Namun, langsung direkomendasikan kepada pemerintah daerah,” terangnya.
Taufik menilai, pendapat yang disampaikan oleh anggota LAKI itu, sesungguhnya sangat keliru dan tidaklah benar. Jangan sampai hal demikian disalah persepsikan oleh masyarakat. “Sebab, selama ini apa yang kita lakukan dalam studi banding, tetap kita sampaikan ke publik,” tegasnya, meski penyampaian ke publik yang dimaksud dalam bentuk apa tak dijelaskan secara detil.
Adik kandung Gubernur Kepulauan Bangka Belitung H Rustam Efendy ini menuturkan, salah satu contoh kongkret dari hasil kunker DPRD Belitung yakni, jalan negara. Tidak akan pernah ada jalan negara, jika lembaga DPRD tidak melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.
“Seperti sekarang ini kita mendapat anggaran Rp 42 miliar untuk pembangunan jalan Sijuk. Itu hasil dari kita melakukan kunker ke Dirjen PU. Kalau kita tidak melakukan kunjungan kerja, artinya kita tidak bisa jemput bola,” ungkapnya.
Karena itu, kunjungan kerja DPRD tidak perlu harus melibatkan masyarakat. Namun, kongkretnya kita DPRD cukup menyampaikan hasilnya saja. Bahwasannya apa yang sudah kita dapat dari kunker selanjutnya akan disampaikan langsung kepada pemerintah daerah.
“Makanya, kita (DPRD Belitung,red) dalam setiap kunker ada mitra-mitra pihak eksekutif terkait yang selalu ikut. Artinya, kita juga mengawasi. Apakah dijalankan benar atau tidak program eksekutif yang akan kita buat dalam bentuk penganggaran,” katanya.
Ketua DPC Partai PDIP Belitung ini sekali lagi menegaskan, bahwa pelaksanaan Bimtek tersebut masih ada kaitannya dengan Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ)  Bupati dan Badan Pengawasan Keuangan (BPK), sementara lembaga DPRD Belitung belum diaudit oleh BPK.
“Tentu dengan adanya Bimtek ini, seluruh anggota dewan yang belum memahami soal audit BPK dapat memahami secara betul. Jadi, bukan tidak relevan. Ada relevansinya,” tandas Taufik.(mg2)

Baca Juga:  Ratusan Warga Kelapa Kampit Nobar Dengan Tim Jalak Sakti 2019

Rate this article!
Tags:
author

Author: